AYOJAKARTA.COM – Isu uang sebesar Rp100 triliun yang ada di rekening Brigadir J hingga kini masih menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan.
Bagaimana tidak, sampai hari ini uang Rp100 triliun tersebut tidak diketahui keberadaannya.
Desas-desus uang Rp100 triliun kini menjadi tanda tanya besar masyarakat dan juga kedua orang tua mendiang Brigadir J.
Baca Juga: Upaya Akhir Richard Eliezer, Sebut LPSK Rekomendasikan Status JC Dihukum Ringan!
Sebelumnya, terkait uang Rp 100 triliun ini sempat dibahas oleh Aiman Witjaksono dan juga Ahli Anti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Garnasih.
Dalam video Instagram yang diunggah oleh Aiman Witjaksono, Yenti Garnasih menyebut bahwa uang Rp 100 triliun tersebut ada.
“Ada rekening yang kemudian didebet, kemudian ada angka 100 triliun kurang, tapi tulisannya debet. Debet itu artinya di hari itu didebet,” kata Yenti dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @aimanwitjaksono pada Sabtu (4/2/2023).
“Ya, uangnya ada. Maka uang itu didebet. Kalau tulisannya debet berarti ada uang terus kemudian keluar. Bank memberitahukan kita kan caranya begitu. Saya sudah banyak ikut pengungkapan TPPU. Tidak pernah dengar ada pagu,” sambung Yenti.
Sementara itu, baru-baru ini Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, yakni Yunus Husein, memberikan penjelasan mengenai angka Rp 100 triliun dalam rekening Brigadir J.
“Jadi kalo uang yang Rp 100 triliun itu sebenarnya itu standar pemblokiran yang memberikan plafon tertinggi yang mungkin ditampung oleh rekening itu. Karena di dalam pemblokiran itu uang engga bisa keluar, tapi bisa masuk,” jelas Yunus dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV pada Sabtu (4/2/2023).
Yunus mengungkapkan bahwa apabila ada uang yang masuk, jumlah maksimumnya tidak seperti itu.
Ia juga mengatakan bahwa tidak ada rekening yang memiliki saldo dengan nominal angka yang sama.
“Kalaupun masuk, maksimumnya seperti itu. Uangnya tidak sebesar itu, tidak ada rekening orang yang saldonya persis 999, tidak ada ya dan tidak ada yang sebesar itu juga ya,” ungkapnya.
Yunus pun menegaskan bahwa nilai Rp 100 triliun kurang 1 rupiah atau Rp 99.999.999.999.999 yang ada pada rekening Brigadir J bukanlah saldo.
“Itu bukan saldo dan bukan juga transaksi, hanya perintah kalau masuk maksimum sekian, bisa diblok. Uang itu plafon, engga ada uang segede itu,” tegasnya.
“Jadi itu bukan transaksi bukan saldo tapi saya blok segini masuk boleh terus sampai masuk, tapi keluar engga boleh, yang penting gak boleh keluarnya itu. Itu standar formnya seperti itu, tapi bukan saldo efektif yang ada, bukan juga transaksi yang sebesar itu,” tutupnya.***

Share this article
Desas-desus uang Rp100 triliun kini menjadi tanda tanya besar masyarakat dan juga kedua orang tua mendiang Brigadir J.