AYOJAKARTA.COM - Pada tanggal 1 Februari 2024, Mahfud MD mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam).
Dalam proses pengunduran dirinya, dia mengatakan ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo lebih dahulu.
"Ketika masyarakat sudah membicarakan mundurnya seorang menteri, saya merasa ini adalah momen yang tepat untuk mengambil keputusan. Apalagi setelah Mas Ganjar menyarankan agar tidak ada conflict of interest jika pasangan calon menjadi pejabat," jelas Mahfud MD, dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas, Jumat 2 Februari 2024.
Baca Juga: 7 Provinsi Terbanyak Produksi Air Bersih di Indonesia, Warganya Anti Kekeringan dan Dehidrasi
Dia juga mengungkapkan bahwa meskipun terjadi perdebatan di masyarakat mengenai waktu pengunduran dirinya, keputusannya tersebut diambil setelah mendengar saran dan pandangan dari berbagai pihak.
"Pilihan politik saya kemudian mengedepankan etika hubungan saya dengan Pak Jokowi," tegasnya.
Pengunduran dirinya, menurut Mahfud MD, bukan hanya sebagai tanggapan terhadap saran Mas Ganjar, melainkan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap Presiden Jokowi yang telah mempercayainya selama 4 setengah tahun.
"Saya diangkat oleh Pak Jokowi, dan selama menjadi Menko Polhukam tidak pernah ada masalah dalam hubungan kerja kami," ungkapnya.
Lebih lanjut, Mahfud MD menjelaskan bahwa meskipun telah menyatakan pengunduran diri pada tanggal 23 Januari, pertemuan langsung dengan Presiden Jokowi baru bisa dilakukan pada tanggal 1 Februari karena keterbatasan jadwal keduanya.
Baca Juga: 7 Tanda Kamu Adalah Seorang Wanita yang Serius Menjalani Kehidupan
"Saya menyampaikan tiga hal kepada Pak Jokowi." tambahnya.
Pertama, dia mengucapkan terima kasih kepada Jokowi telah mempercayai dirinya selama 4 setengah tahun.
"Pak Jokowi bilang begini, 'Pak Mahfud itu menkopolhukam paling lama selama saya menjadi presiden'. Saya juga tidak pernah di-reshuffle, mundur sendiri sudah 4 setengah tahun," jelas pria asal Madura ini.
Kedua, Mahfud mundur karena mengikuti kontes pilpres.
"Kenapa kalau saya ikut kontestasi politik, saya harus fokus sehingga saya juga harus mundur untuk mempersiapkan diri mengambil estafet kepemimpinan bapak dan mungkin ide-ide pak Jokowi yang perlu diteruskan kita estafet," lanjut dia.
"Ketiga, saya juga bilang minta maaf kalau selama ini ada kesalahan. Itu inti ya," pungkas Mahfud MD.***

Share this article
Mahfud MD ungkap 3 hal ini yang disampaikan ke Presiden Jokowi saat mundur dari jabatan Menkopolhukam