AYOJAKARTA.COM - Cawapres dari paslon nomor urut 3, Mahfud MD, mengatakan telah membaca naskah akademis hak angket kecurangan pemilu.
Mahfud MD, yang merupakan cawapres dari Ganjar Pranowo ini, mengatakan hal tersebut kepada wartawan di sela-sela olah raga pagi di GBK pada Jumat kemarin.
Mahfud MD mengatakan bahwa naskah akademik tersebut cukup tebal dan beliau menyampaikan sudah membacanya di atas 75 halaman.
“Tinggal perlu koordinasi teknis, siapa yang tanda tangan di depan,” kata Mahfud MD.
“Itu sudah ada nama-namanya, tapi yang mau tanda tangan itu ‘kan harus baca dulu juga, biar nanti ketika mempertahankan itu tau,” lanjut Cawapres dari nomor urut 3 ini.
Tim Ganjar-Mahfud sudah serius untuk menggulirkan hak angket pemilu di DPR.
Megawati Soekarnoputri, Ketum PDIP, menugaskan Ganjar Pranowo sebagai pemimpin tim hak angket yang akan digulirkan di DPR.
Sedangkan Mahfud MD, ditugaskan oleh Megawati sebagai pemimpin tim sengketa pemilu di ranah hukum.
Sementara itu, Jusuf Kalla, mantan wapres era SBY dan Jokowi, juga memberikan pendapatnya soal hak angket ini.
“Justru ini sebenarnya untuk mengklarifikasi, jadi menurut saya hak angket itu baik untuk ketiga-tiganya,” kata Jusuf Kalla dalam wawancara ROSI.
Baca Juga: Ternyata Faktor Ini Yang Membuat Jurusan Kedokteran Relatif Mahal
“Baik untuk nomor 1, baik untuk nomor 2, dan nomor 3,” lanjut mantan wapres dua periode ini.
“Supaya kalau nomor 2 menang (misalnya, red), dia ada klarifikasi bahwa dia menang tanpa masalah, terhormat.”
“Jadi nanti dukungan masyarakat penuh (kepada 02, red), kalau tidak ini berlanjut demo ke demo kapan akhirnya nanti?”
“Karena itulah, lebih baik kita bawa masalah ini bukan di jalanan, tetapi di DPR. Itu lebih terhormat bagi bangsa ini dan lebih baik untuk ekonomi kita, politik kita,” kata Jusuf Kalla.
***

Share this article
Cawapres dari paslon nomor urut 3, Mahfud MD, mengatakan telah membaca naskah akademis hak angket kecurangan pemilu.