AYOJAKARTA.COM - Sepulang dari lawatannya ke Inggris, Cawapres paslon 02 kembali menjadi magnet bagi awak media.
Ditemui di kantor Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka menepis isu yang menyatakan dirinya akan didapuk sebagai orang nomor satu di Golkar.
Menurut Gibran, biarlah mereka yang lebih senior dan berpengalaman saja yang menjadi nahkoda partai berlogo pohon beringin ini.
Isu menjadi ketum Golkar ini berhembus sejak pasca pemilu yang lalu. Mulanya Presiden Jokowi yang digadangkan menjadi ketum Golkar.
Isu terus berkembang dan menyeret nama Gibran yang akan menduduki jabatan ketum Golkar.
Hal ini bermula dari dukungan Golkar terhadap pencalonan Gibran pendamping Prabowo dalam pemilu presiden yang lalu.
Saat ditanya apakah dirinya sekarang menjadi anggota Golkar, Gibran hanya tersenyum sambil berkata bahwa dia banyak ketinggalan berita akhir-akhir ini.
Seperti yang kita ketahui, Gibran adalah kader PDIP yang dicalonkan Golkar untuk maju sebagai calon wakil presiden.
Pencalonan kader lintas partai ini memang tidak lazim atau bahkan belum pernah terjadi di kancah perpolitikan tanah air.
Pencalonan Gibran sebagai cawapres oleh Golkar menunjukkan bahwa dirinya memiliki nilai lebih dibandingkan kader ‘senior-senior dan lebih berpengalaman’ itu.
Baca Juga: Ingin Ajukan KUR Kecil Bank BRI? Persyaratan dan Jenis Lengkap di Sini
Gibran mengaku tidak memikirkan peluang untuk menjadi ketum Golkar karena untuk saat ini dirinya masih berfokus pada pekerjaan-pekerjaan yang ada di Solo.
Saat ditanya apakah dirinya terus menjalin komunikasi dengan ketum Golkar saat ini, Gibran menjawab diplomatis bahwa komunikasi terus terjalin bukan hanya dengan Golkar, tapi juga dengan ketum partai-partai lain.
Saat ditanya tentang kendaraan (politik) yang akan digunakannya ke depan, Gibran menjawab bahwa dia tidak akan kemana-mana, dan belum memikirkan kendaraan.***

Share this article
Gibran Rakabuming tanggapi soal isu peluangnya jadi calon ketua umum Partai Golkar. Gibran menyerahkan pada senior-seniornya saja.