AYOJAKARTA.COM -- Di tengah ramainya polemik dugaan ijazah palsu, nama Joko Widodo yang merupakan Presiden Ketujuh RI kembali mencuri perhatian publik.
Masih berkaitan dengan meninggalnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 lalu, Joko Widodo mendapat sorotan karena termasuk dalam daftar utusan pemerintah Indonesia.
Kepergian Joko Widodo sebagai salah satu utusan Presiden Prabowo ke Vatikan, kini menuai berbagai anggapan dari banyak kalangan.
Selain Joko Widodo, Presiden Prabowo juga mengutus Natalius Pigai selaku Menteri HAM, Wamenkeu Thomas Djiwandono serta Ignasius Jonan.
Nama Ignasius Jonan sebelumnya sempat menjadi buah bibir karena merupakan Ketua Panitia Kedatangan Paus Fransiskus pada awal September 2024 silam.
Selain merupakan Ketua Panitia, nama Ignasius Jonan juga dikenal karena merupakan Menteri Perhubungan di era Presiden Joko Widodo.
Menurut Prasetyo Hadi selaku Menteri Sekretariat Negara, kedatangan keempat utusan ke Vatikan merupakan mandat dari Presiden Prabowo Subianto.
Di samping untuk menyampaikan pernyataan belasungkawa, kedatangan para utusan ke Vatikan juga merupakan bentuk penghormatan bangsa Indonesia.
Kedatangan para utusan ke Vatikan, selain membawa surat pribadi Presiden Prabowo juga menghadiri acara pemakaman Paus Fransiskus yang dilangsungkan pada Sabtu hari ini.
Menyikapi munculnya nama Joko Widodo dalam daftar utusan, sejumlah kalangan mulai mempertanyakan urgensinya.
Selain karena sudah tidak lagi menjabat di pemerintahan, popularitas Presiden Prabowo di kancah internasional juga diyakini tidak kurang pamor dibandingkan dengan Joko Widodo.
Karena berbagai pertanyaan tersebut, sejumlah kalangan justru menganggap munculnya nama Joko Widodo dalam daftar utusan sebagai bentuk ucapan terima kasih Prabowo.
Menurut Arya Bima selaku Politisi PDIP, salah satu sosok penting selain Presiden yang dapat mewakili Indonesia di kancah internasional adalah Wakil Presiden.
Di samping karena memang lebih representatif, Wapres Gibran Rakabuming juga merupakan Orang Nomor Dua secara konstitusional.
Hadirnya nama Jokowi yang merupakan Ayah Gibran Rakabuming dalam daftar utusan, menurut Arya Bima bisa menimbulkan banyak pertanyaan.
Berbeda pandangan dengan Politisi PDIP, KH Maruf Amin menganggap hadirnya Jokowi dalam daftar utusan merupakan sikap politik yang perlu diapresiasi.
Sehubungan dengan munculnya perspektif tersebut di tengah masyarakat, Pengamat Politik asal Parameter Politik Indonesia memberi tanggapan.
Menurut Adi Prayitno, sosok Joko Widodo usai tidak lagi menjabat sebagai Presiden memang banyak menimbulkan berbagai kontroversi.
Kehadiran Jokowi dalam daftar, menurut Adi merupakan salah satu upaya Presiden Prabowo mengamputasi narasi Matahari Kembar yang kini banyak beredar.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Berita Duka Paus Fransiskus Pemimpin Umat Katolik Tutup Usia
“Ini mengkonfirmasi bahwa persahabatan politik antara Prabowo dan Jokowi jauh melampaui isu para spekulan,” ungkap Adi melalui kanal Youtube-nya.***

Share this article
Jelang pemakaman Paus Fransiskus, Joko Widodo mendapat sorotan karena masuk dalam daftar utusan pemerintah Indonesia yang hadir ke Vatikan.