AYOJAKARTA.COM--Puluhan biksu lintas negara berjalan kaki dari Thailand menuju Candi Borobudur menjelang Hari Raya Waisak 4 Juni 2023.
Berbagai video perjalanan biksu lintas negara yang berjalan kaki dari Thailand menuju Candi Borobudur telah menjadi viral di media sosial. Namun, ada pemandangan unik tatkala sebuah foto penyambutan para biksu atau biksu beredar di media sosial Twitter.
Dikutip oleh ayojakarta.com melalui laman media sosial Twitter Young Buddhist Association pada 15 Mei 2023, terlihat sebuah potret rombongan 32 biksu yang disambut seorang ulama.
"Para Bhikku diterima dan disambut oleh Sayid Alwi Al Balawy, tokoh masyarakat dan ulama dari Karawang, Jawa Barat pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2023," tulis Young Buddhist Association dalam akun twitternya @ybaindonesia.
Baca Juga: 32 Biksu Viral Lakukan Perjalanan dari Thailand Menuju Magelang, Ini Lokasi Mereka Sekarang!
Diketahui potret tersebut menjadi viral, terlebih lagi setelah ditelusuri banyak persinggahan dari para biksu yang mana adalah pondok pesantren. Bahkan pada 15 Mei 2023, diketahui bahwa para biksu akan singgah di Pesantren Uniq di Kandanghaur.
Kemudian pada 16 Mei 2023, para biksu akan menempuh perjalanan ke daerah Jatibarang yaitu ke Vihara Budhi Asih dan akan beristirahat sebelum berjalan ke Cirebon.
32 biksu dijadwalkan akan tiba pada akhir Mei 2023, tepatnya 30 Mei 2023 di Magelang, Jawa Tengah, yaitu di Kelenteng Liong Hak Bio dan dilanjutkan menuju area Candi Borobudur.
Sebelumnya sebanyak 32 biksu lintas negara memulai perjalanan ritual Thudong, yaitu ritual berjalan kaki yang dilakukan oleh para Biksu Dhutanga, pada 23 Maret 2023 dari Thailand. Ritual ini merupakan pertapaan ketat dan kehidupan pengembaraan yang meditatif.
Diketahui para biksu sudah tiba di Karawang, Jawa Barat pada Jumat (12/5/2023) setelah melewati Malaysia dan Singapura. Rombongan biksu ini berjalan kaki menuju Magelang, Jawa Tengah untuk mengikuti perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur.
Hari Raya Waisak merupakan hari raya penting bagi umat Buddha, di mana umat Buddha melakukan serangkaian proses ibadah dan doa serta menjadi tanda pencerahan dari seorang Buddha ketika menemukan makna hidup.
Selain itu, umat Buddha juga melakukan acara festival lainnya seperti menerbangkan lampion sebagai simbolis rasa bahagia, syukur serta harapan untuk semua doa agar terwujud.
Saat di Jawa Barat, para biksu sempat bermalam di Bekasi untuk sementara waktu dan melanjutkan perjalanan mereka melalui jalur darat mulai dari Bekasi - Karawang - Cirebon - Semarang dan menuju tujuan akhir yaitu Magelang, Jawa Tengah.
Ritual Thudong telah menjadi bagian dari kehidupan biksu Thailand selama berabad-abad. Ritual ini membantu biksu untuk mencapai kesadaran penuh dan pencerahan dalam hidup mereka.
Hal ini juga menjadi bagian penting dari warisan budaya Thailand yang perlahan menyebar ke seluruh dunia. Dalam perjalanan mereka, para biksu ini mendapat dukungan dan sambutan yang hangat dari masyarakat yang mereka temui.
Mereka juga memperlihatkan semangat dan tekad yang tinggi dalam menjalankan ritual Thudong ini serta memperlihatkan keinginan mereka untuk mencari dan menemukan arti hidup yang sejati.***

Share this article
terlihat sebuah potret rombongan 32 biksu yang disambut seorang ulama, bahkan mereka tampak bergandengan tangan saat berjalan