AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Cianjur November lalu merupakan salah satu gempa bumi yang merusak di tahun 2022.
Meskipun awalnya ahli memperkirakan gempa tersebut disebabkan oleh pergerakan Sesar Cimandiri, namun akhirnya ahli menemukan sesar lainnya yang terindikasi menjadi penyebab gempa bumi tersebut
Dikutip AyoJakarta.com dari laman suara.com pada artikel yang telah tayang dengan judul "Mengenal Sesar Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur 21 November 2022", Dwikorita yang merupakan Kepala BMKG menyampaikan bahwa sesar penyebab gempa bumi Cianjur tersebut berada di Kecamatan Cugenang.
Baca Juga: Identifikasi Sesar Aktif yang Belum Dideteksi, BMKG Minta Warga Cianjur Waspada
"Karena patahannya di wilayah Cugenang maka dinamakan Patahan Cugenang, patahan yang baru terbentuk atau ditemukan melintasi 9 desa di dua kecamatan dengan lintasan yang mengarah ke barat laut tenggara," ucap Dwikorita.
Berdasarkan keterangan dari Dwikorita tersebut dapat diketahui bahwa sesar-sesar yang berada di sekitar wilayah terdampak gempa bumi ini merupakan wilayah yang dilewati oleh sesar aktif.
Salah satunya adalah Sesar Cimandiri, dikutip dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh Australian Government Geoscience Australia dengan judul artikel Indonesia's Historical Earthquake, Sesar Cimandiri merupakan salah satu sesar yang menjadi penyebab gempa bumi merusak di wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Ngeri! 7 Sesar Aktif Teridentifikasi Mengelilingi Kabupaten Cianjur, Simak Penjelasan BMKG
Sesar Cimandiri memanjang dari Teluk Pelabuhan Ratu (Kabupaten Sukabumi) di barat daya Cianjur atau timur laut Kabupaten Bandung.
Dalam sebuah siaran persnya yang tayang pada akun YouTube Kompas.com (7/1/2023), Daryono yang merupakan Kepala Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan mengenai beberapa wilayah Jawa Barat yang merupakan sebuah kawasan seismik aktif dan kompleks.
"Perlu diketahui bahwa wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, Purwakarta dan juga Bandung itu secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks," ucap Daryono.
Baca Juga: Ada 7 Sesar Aktif di Sekeliling Cianjur, BMKG Lakukan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi
Lebih lanjut Daryono menambahkan mengenai indikasi suatu kawasan sering terjadi gempa serta karakteristik guncangannya.
"Disebut seismik aktif memang berdasarkan monitor dari BMKG kawasan ini sering terjadi gempa peta aktivitas kita juga menunjukkan bahwa kawasan ini seringkali terjadi gempa dengan variasi magnitudo dan kedalaman," ucap Daryono.
Selain itu Daryono juga membagikan peta aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat yang menunjukkan keaktifannya.
"Kemudian terkait dengan kompleksitas, wilayah ini merupakan daerah jalur gempa yang cukup aktif seperti keberadaan Sesar Cimandiri, sesar Padalarang, sesar Lembang, dan masih banyak lagi sesar sesar minor yang berada di wilayah tersebut," ccap Daryono.***

Share this article
BMKG telah membagikan peta aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat yang menunjukkan keaktifannya, salah satunya Sesar Cimandiri.