AYOJAKARTA.COM — Keberagaman latar belakang pendidikan para presiden Indonesia menyimpan banyak cerita menarik yang jarang dibahas.
Setiap presiden membawa jejak pendidikan yang unik, yang seringkali mencerminkan perjalanan hidup dan kebijakan mereka.
Dikutip dari kanal YouTube Kampus Indonesia pada Selasa, 30 Juli 2024, presiden Indonesia pertama, Soekarno, memilih jurusan arsitektur saat menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pilihan ini menunjukkan ketertarikan Soekarno pada desain dan pembangunan negara.
Presiden kedua, Soeharto, berkuliah di Akademi Militer di Magelang dan Jakarta, yang membentuk landasan karirnya dalam dunia militer dan pemerintahan.
Presiden ketiga, Abdurrahman Wahid, atau lebih dikenal sebagai Gus Dur.
Gus Dur pernah menerima beasiswa dari Kementerian Agama untuk belajar di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, dengan jurusan Studi Islam.
Pendidikan ini sangat mempengaruhi pandangan dan kepemimpinannya dalam kehidupan beragama dan sosial.
Sementara itu, Megawati Soekarnoputri memulai pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung.
Megawati juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, tetapi harus menghentikan studinya untuk yang kedua kalinya.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden yang dikenal dengan latar belakang militernya, menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).
SBY memperdalam keahliannya di Amerika Serikat melalui American Language Course, Airborne and Ranger Course di Fort Benning, dan Infantry Officer Advanced Course.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengambil jurusan Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Jurusan ini yang membekalinya dengan pengetahuan tentang lingkungan dan manajemen sumber daya alam.***
Share this article
Keberagaman latar belakang pendidikan para presiden Indonesia menyimpan banyak cerita menarik yang jarang dibahas.