AYOJAKARTA.COM – Sebanyak 64 jiwa kini telah dievakuasi ke hunian sementara yang layak demi menghindari dampak buruk asap pekat dan suhu panas dari kobaran api yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Kebakaran diketahui terjadi sejak Selasa (30/6) pukul 12.30 WIB ini dilaporkan terus meluas akibat faktor angin kencang di lokasi.
Hingga kini, luas lahan yang hangus terbakar diperkirakan telah mencapai 7 hektare dari total luas TPA yang sebesar 33 hektare.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, menyatakan bahwa pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengevakuasi 33 keluarga agar dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan nyaman.
Selain itu, tercatat sekitar 50 jiwa lainnya juga mengungsi secara mandiri di Balai Desa Tanjakan Mekar.
Guna mengantisipasi masalah kesehatan akibat asap tebal, petugas di lapangan telah menyiagakan tim kesehatan selama 24 jam dan menyalurkan bantuan berupa 46 kasur bagi para pengungsi.
"Kami juga menyiapkan alat pelindung diri berupa masker bagi seluruh personel yang bertugas dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik kebakaran," ujar Maruli pada Kamis, 2 Juli 2026.

Sebagai informasi, upaya pemadaman api terus dilakukan secara masif dengan melibatkan personel gabungan dari Ditsamapta dan Satbrimob Polda Banten.
Karena medan yang sulit, petugas turut mengerahkan bantuan udara berupa helikopter water bombing dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).
"Pengerahan water bombing didatangkan dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dengan kapasitas 4.000 liter air," tambah Maruli.***
Share this article
Sebanyak 64 jiwa kini telah dievakuasi ke hunian sementara yang layak demi menghindari dampak buruk asap pekat dan suhu panas dari kobaran api yang melanda TPA Jatiwaringin.