AYOJAKARTA.COM - Sekolah Kedinasan menjadi daya tarik tersendiri bagi lulusan siswa-siswi SMA, SMK Sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Mulai dari PKN STAN, IPDN, Poltekim, Poltekip, dan masih banyak sekolah kedinasan yang lain memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan bidang kedinasannya.
Misalnya PKN STAN sangat unggul dan menjadi favorit pejuang sekolah kedinasan karena memiliki ikatan dinas dengan Kementerian Keuangan.
Sedangkan Poltekim memiliki banyak peminat bagi lulusan siswa-siswi sekolah menengah atas dan kejuruan sederajat karena berpeluang besar menjadi bagian dari pegawai negeri sipil di instansi pemerintahan ketika lulus nantinya.
Sebagai informasi, Sekolah Kedinasan merupakan perguruan tinggi negeri yang memiliki ikatan dinas dengan berbagai lembaga pemerintahan sebagai penyelenggara pendidikan.
Berbagai bidang spesifikasi sekolah kedinasan, antara lain ekonomi dan keuangan, pemerintahan, kesehatan, keamanan, dan sebagainya.
Bidang sekolah kedinasan menyesuaikan dengan di lembaga pemerintahan yang menaungi masing-masing sekolah kedinasan.
Pendaftaran sekolah kedinasan akan diselenggarakan mulai bulan April-Mei tetapi jadwal pelaksanaan pastinya belum diumumkan secara resmi oleh masing-masing lembaga pemerintahan yang menaunginya.
Lalu kapan pendaftaran dan jadwal seleksi sekolah kedinasan akan diselenggarakan?
Baca Juga: K-Lovers Merapat! Ini Daftar Korean Street Food yang Populer di Jakarta, Kamu Wajib Mencobanya!
Berikut estimasi jadwal pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru di sekolah kedinasan.
1. Pengumuman, Pendaftaran Seleksi Administrasi dan Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: Minggu ketiga April sampai minggu kedua Mei 2024
2. Penjadwalan tahapan SKD: Minggu kedua Juni 2024
3. Pengumuman Daftar Peserta, Waktu, dan Tempat SKD: Minggu ketiga Juni 2024
4. Pelaksanaan Tahapan SKD: Minggu ketiga Juni sampai minggu pertama Juli 2024
5. Pengumuman Hasil Tahapan SKD: Minggu kedua Juli 2024
6. Tahap Seleksi Lanjutan: Minggu kedua Juli sampai Agustus 2024.
Banyak lulusan SMA, SMK, Sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan tertarik untuk masuk ke sekolah kedinasan masih bingung memilih, sekdin manakah yang cocok dengan minat dan bakat masing-masing lulusan.
Selain itu, banyak pertimbangan yang harus diperhatikan jika memilih sekolah kedinasan sehingga peluang kelolosannya besar.
Mayoritas calon pendaftar sekolah kedinasan belum memahami langkah-langkah dalam memilih sekolah kedinasan.
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan laman Instagram @aymangayu, berikut lima kesalahan terbesar dalam memilih sekolah kedinasan yang cocok sehingga memiliki peluang kelolosan yang relatif kecil.
1. Asal memilih sekolah kedinasan
Memilih sekolah kedinasan sangat berbeda dengan saat kita menentukan pilihan saat masuk SD, SMP atau SMA.
Dalam memilih sekolah kedinasan, perlu diperhatikan pertimbangan umum, sebagai berikut:
- Kualifikasi pendidikan
- Syarat tinggi badan
- Syarat batas mata minus/plus
- Nilai UTBK sebagai syarat administrasi
- Syarat nilai ijasah atau raport
- Tahapan seleksi atau penilaian
- Kuota penerimaan dll
2. Tidak memahami kondisi persaingan saat seleksi sekolah kedinasan
Pendaftar sekolah kedinasan harus memahami peluang kelolosan besar atau kecil dilihat dari kondisi persaingannya.
Persaingan seleksi sekolah kedinasan, meliputi lingkup pendaftar hanya sekota se-kabupaten saja atau masuk nasional dan tingkat kepopuleran sekolah kedinasan yang didaftar.
Memilih sekolah kedinasan yang belum begitu familiar memiliki tingkat kelolosan yang jauh lebih besar.
3. Tidak mempelajari apa saja seluk beluk setiap tahapan seleksi sekolah kedinasan
Memahami seluk beluk tahapan seleksi Sekolah Kedinasan adalah kunci kesuksesan untuk dapat lolos.
Beberapa tips yang bisa dilakukan saat memilih sekolah kedinasan, antara lain:
- Jangan memilih sekolah kedinasan yang ketat dalam tahapan seleksi kesehatannya jika memiliki kendala di kesehatan.
- Jangan memilih sekolah kedinasan yang menilai skill akademik maupun non akademik "unjuk bakat" jika masih bingung bakat apa yang dimiliki, misalnya jangan memilih POLSTAT STIS jika tidak menyukai matematika.
4. Memahami lokasi penempatan kerja setelah lulus sekolah kedinasan nantinya
Pendaftar sekdin wajib mengetahui penempatan kerja ketika nanti lulus. Ada beberapa sekolah kedinasan yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia atau ada pula berdasarkan Pemerintah Daerah yang dipilih saat awal mendaftar.
Misalnya lulusan IPDN akan ditempatkan di lingkungan pemerintah provinsi saat awal mendaftar.
5. Tidak memahami lokasi tes dan biaya seleksi
Beberapa sekolah kedinasan ada yang mengharuskan pendaftar seleksi mengikuti satu atau lebih rangkaian tahapan seleksinya di Jakarta tetapi biaya seleksi gratis.
Ada pula sekolah kedinasan yang seluruh tahapan seleksinya di masing-masing provinsi namun biaya tahapan seleksinya ditanggung oleh pendaftar. ***
Share this article
berikut lima kesalahan terbesar dalam memilih sekolah kedinasan yang cocok sehingga memiliki peluang kelolosan yang relatif kecil.