AYOJAKARTA.COM - Pemerintah memberikan penjelasan terbaru mengenai nasib rekrutmen CPNS Guru 2026.
Hingga saat ini, pembukaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru pada tahun tersebut masih belum bisa dipastikan.
Padahal, Indonesia tengah menghadapi krisis kekurangan tenaga pengajar yang cukup serius di berbagai wilayah.
Penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menanggapi usulan pembukaan formasi CPNS Guru 2026.
Beliau menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada kepastian terkait pembukaan formasi tersebut.
Meskipun demikian, data pemerintah menunjukkan kebutuhan guru di tanah air sangat mendesak.
Saat ini, Indonesia masih kekurangan sekitar 561 ribu guru di seluruh wilayah, Abdul Mu'ti menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan pengajar adalah prioritas agar seluruh anak bangsa mendapat pendidikan layak.
Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kesenjangan akses dan mutu pendidikan.
Tanggapan Menpan RB Rini Widyantini
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, menyatakan bahwa penerimaan pegawai negeri untuk formasi guru di tahun 2026 memang belum dapat dipastikan.
Rini Widtantini menjelaskan bahwa usulan formasi guru sebenarnya tetap menjadi isu prioritas kementeriannya.
Namun, penentuan jumlah tenaga pendidik yang akan diterima harus dihitung dengan sangat teliti.
Penghitungan ini harus mengacu pada jumlah sekolah, jumlah peserta didik, serta kesesuaian dengan mata pelajaran.
Kemenpan RB baru bisa menetapkan formasi setelah semua usulan kebutuhan dan ketersediaan anggaran rampung dibahas bersama.
Aspirasi DPR dan Kondisi Lapangan
Komisi X DPR RI telah menyuarakan kekhawatiran terkait masalah kekurangan guru ini.
Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, berharap pemerintah setidaknya membuka 250 ribu formasi pada tahun 2026.
Ia meyakini anggaran negara masih cukup untuk membiayai penerimaan formasi tersebut guna menutupi lubang kekurangan guru.
Di sisi lain, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyoroti beban kerja guru yang sudah tidak ideal.
Di beberapa sekolah di Jakarta, ditemukan guru yang harus mengajar hingga 90 jam dalam sepekan.
Padahal, beban ideal sesuai aturan seharusnya hanya 37 jam 30 menit sepekan.
Selain itu, angka guru yang pensiun setiap tahunnya sangat tinggi, sehingga kebutuhan rekrutmen menjadi krusial.
Rencana Strategis Tahun 2027
Meski tahun 2026 masih penuh ketidakpastian, pemerintah sudah menyiapkan rencana lanjutan.
Pemerintah berencana membuka rekrutmen CPNS guru pada tahun 2027 untuk mengatasi kekurangan pengajar secara bertahap.
Proses rekrutmen ini akan dilakukan dengan sistem tes berbasis meritugrafi untuk menjamin kualitas guru yang diterima.
Para guru ASN yang lulus nantinya harus siap ditempatkan di mana saja, terutama di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik yang parah.***
Share this article
Mendikdasmen & Menpan RB belum pastikan rekrutmen guru 2026 karena butuh hitung anggaran & data sekolah, meski RI kurang 561 ribu guru. DPR usul 250 ribu formasi dan pemerintah siapkan tes CPNS 2027.