BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia saat ini membuat informasi terkait hal tersebut menyebar di semua lini media massa, mulai dari televisi, radio, media cetak, hingga daring.
Selain itu, informasi terkait Covid-19 pun tersebar dengan cepat di berbagai media sosial, mulai dari fakta hingga hoaks semua tercampur menjadi satu.
Tak bisa dipungkiri, sebaran informasi Covid-19 yang kian masif bisa memberikan dampak buruk terhadap psikologis seseorang.
Terlebih, karena Covid-19 ini dari awal memang merupakan kabar buruk bagi semua orang. Jadi, informasi yang beredar pun banyak yang bernada negatif dan tidak menyenangkan.
AYO BACA : Saran Spesialis Kesehatan Jiwa Agar Anda Tetap Waras di Masa Pandemi
Seperti jumlah pasien positif Covid-19 yang semakin bertambah, kasus kematian yang kian melonjak, serta kabar gugurnya tenaga medis akibat kekurangan APD.
“Sekarang di media lebih banyak pemberitaan yang negatif, karena memang ini juga sesuatu yang gak kita harapkan kan. Jadi sangat wajar kalau kita punya penilaian bahwa kondisi sekarang itu kondisi yang tidak menyenangkan, ditambah hampir kalau kita liat semua channel televisi hampir semuanya memberitakan hal yang sama,” kata Psikolog dan CEO Dealink Consultant, Keumala Nuranti saat dihubungi Ayobandung.com, jaringan AyoMedia, beberapa waktu lalu.
Keumala menyebut, ada dua penyebab utama mengapa informasi itu bisa berdampak buruk terhadap psikologis seseorang.
Pertama frekuensi pemberitaan yang terlampau sering. Entah itu melalui media massa ataupun media sosial yang banyak digunakan masyarakat.
AYO BACA : Gejala Kelainan Kulit Jadi Ciri Baru Terjangkit Covid-19
“Sekarang hampir semua channel gak cuma di TV, tapi juga di media sosial baik di Twitter, Instagram ataupun yang lainnya bahasnya semua tentang corona, tentang dampak negatif dari corona, kayak korban, vaksin. Jadi frekuensi munculnya beritanya,” ujar Keumala.
Kedua, isi atau konten dari pemberitaan tersebut. Lantaran virus corona ini merupakan sesuatu hal yang baru, kata dia, maka isi dari pemberitaannya pun masih penuh dengan ketidakpastian dan cenderung bernada negatif.
Ketidakpastian ini bisa membuat seseorang ikut terpapar hal yang negatif tersebut. Membuatnya menjadi bingung dan cemas untuk mengambil keputusan.
“Gejalanya kan sekarang macem-macem, bahkan orang yang tanpa gejala pun udah ada, menyerangnya usia berapa saja, risiko terpaprnya seberapa besar, dan juga pengobatannya seperti apa,” tuturnya.
“Karena ini baru, jadi mugkin belum jelas pengobatan atau treatment-nya seperti apa. Nah, konten informasi yang pemuh dengan ketidakpastian atau juga yang cenderung negatif ini membuat kita bisa terpapar hal yang negatif pula,” terangnya. (Vina Elvira)
AYO BACA : Awas! Virus Corona Betah Melayang di Ruangan Minim Ventilasi

Share this article
Tak bisa dipungkiri, sebaran informasi Covid-19 yang kian masif bisa memberikan dampak buruk terhadap psikologis seseorang.