AYOJAKARTA.COM - Miris kisah kakak beradik berinisal AR (11) dan SA (9) yang harus mengalami getirnya kehidupan.
Kedua saudara itu diketahui mengalami trauma sejak peristiwa mengerikan yang merenggut nyawa sang ibu sekitar tujuh tahun silam.
Dikutip ayojakarta.com dari Instagram @terang_media pada Minggu (23/7/2023), ibu mereka meninggal setelah ditikam sang ayah di rumahnya sendiri.
Baca Juga: The 1975 Batal Manggung di We The Fest 2023, Buntut Ciuman LGBT di Malaysia
Saat itu, ibu dan ayahnya telah bercerai.
Namun, suatu hari sang ayah datang untuk menginap di rumah neneknya, di mana ia, adik dan ibunya tinggal.
Beralasan rasa rindu kepada sang anak, sang ayah ingin sahur dan buka puasa bersama di bulan Ramadan.
Sayangnya, bukannya saling mencurahkan kerinduan kedatangan sang ayah justru memulai percekcokan dengan sang ibu.
Nahasnya percekcokan itu harus berakhir dengan tragis.
Baca Juga: Panji Gumilang Ajukan Gugatan ke Sejumlah Tokoh di Tengah Kasus TPPU, ini Kata Pakar Hukum Pidana
Sang ayah mengambil senjata tajam di dapur dan melayangkannya kepada sang ibu dengan membabi buta.
Sang ibu mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya, termasuk leher dan wajah.
Seminggu setelah dirawat di rumah sakit, nyawa sang ibu tak tertolong.
Sementara itu, sang ayah lepas dari tanggung jawab dan melarikan diri.
Kini AR dan SA tinggal dan dirawat oleh neneknya Sulastri (59) seorang diri.
Mereka tinggal di sebuah gubuk kecil di Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.
Hingga detik ini, pelaku kekerasan hingga mengakibatkan korban dunia itu belum ditangkap.
Netizen justru menemukan bahwa pelaku yakni Rangga Prayoga masih aktif bermain media sosial.
Bahkan informasi yang didapatkan terakhir, Rangga Prayoga diketahui sudah menikah kembali dan kini tinggal di Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.***

Share this article
Kakak beradik di Lampung Tengah kini hidup bersama neneknya setelah sang ibu meninggal ditikam ayahnya.