KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Anak-anak yang bekerja membantu orang tuanya memulung di sekitar Bantar Gebang kini bisa mengenyam pendidikan informal modern Sekolah Alam Tunas Mulia. Sekolah ini didirikan dengan kelengkapan laboratorium teknologi komputer di dalamnya.
Direktur Korea Environment Corporation-Pax Global Group, Efendi Go yang juga menjadi pionir sekolah alam tersebut mengatakan, nilai bantuan yang diberikan untuk mendirikan sekolah alam itu sekira Rp 550 juta. Bangunan laboratorum dua ruangan bercat hijau saat ini sudah resmi dapat digunakan untuk siswa belajar komputer.
"Kita lengkapi dengan jaringan internet, 10 unit komputer dan juga CCTV, program kita memang ingin mensuport anak-anak pemulung karena K-eco sendiri bergerak di bidang lingkungan," terangnya di Sekolah Alam Tunas Mulia, Selasa (23/6/2020).
Efendi mengaku sebenarnya sudah lama ingin meresmikan sekolah tersebut, namun terkendala dengan adanya wabah virus corona. Peresmian pun dilakukan hari ini oleh perwakilan K-eco Pax Global Michael Sou Myung Ryul, serta Effendi Go dan perwakilan dari DLH DKI Jakarta. Pembangunan labolatorium ini sendiri bertujuan untuk membentuk karakter anak agar paham dengan teknologi.
"Ini bentuk CSR kami dan sudah di wacanakan sejak tahun lalu. Namun, karena ada beberapa kendala seperti hujan hingga menyebabkan banjir dan bencana (Covid-19). Saat ini baru kita selesaikan,” kata Efendi
AYO BACA : Panen Sayuran Hidroponik, Wawali Bekasi Ajak Warga Bertani
Sekolah Alam Tunas Mulia merupakan lembaga pendidikan khusus anak-anak pemulung di Bantar Gebang. Bantuan berupa bangunan dan fasilitas laboratorium komputer merupakan bentuk dukungan pihaknya sebagi mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk kemajuan pendidikan di kawasan Bantar Gebang.
"Harapan kami dari generasi sekolah anak-anak di sini bisa mengenal teknologi bagaimana mereka bisa mengoperasikan komputer, harapan kami mereka bisa tumbuh," tegasnya.
Sekolah Alam Tunas Mulia terdiri dari tiga jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, dan SMP. Saat ini, terdapat kurang lebih 250 siswa yang tengah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
Nadam selaku pengelola sekaligus pendiri yayasan mengatakan, konsep Sekolah Alam yang dibangun merupakan sekolah informal. Siswa PAUD belajar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, pagi hingga siang hari. Sementara untuk tingkat SD dan SMP belajar tiap Senin, Rabu, dan Jumat mulai pukul 13.00 WIB.
"Kita memang tidak setiap hari, karena masih ada beberapa siswa yang oleh orang tuanya bekerja sebagai pemulung, sekolah ini sekolah informal, mereka untuk ujian akhirnya akan ikut ujian kesetaraan," jelas Nadam.
AYO BACA : Pusat Daur Ulang Sampah Akan Dibangun di Kabupaten Bekasi

Share this article
"Kita lengkapi dengan jaringan internet, 10 unit komputer dan juga CCTV, program kita memang ingin mensuport anak-anak pemulung karena K-eco sendiri bergerak di bidang lingkungan," terangnya di Sekolah Alam Tunas Mulia, Selasa (23/6/2020).