JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi di bawah 31 persen hingga akhir 2019. Adapun proyeksi ini didorong inflasi pada Desember 2019 lebih rendah dari inflasi pada bulan yang sama dalam lima tahun terakhir.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, secara year on year (yoy) inflasi pada Desember 2019 mencapai 2,8 persen (yoy). Hal ini mengonfirmasi pada akhir tahun inflasi akan lebih rendah dari 3,1 persen.
"Berdasarkan survei pemantauan harga hingga minggu ketiga Desember 2019, inflasi pada bulan ini diproyeksikan hanya sebesar 0,42 persen month to month (mtm). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Desember pada lima tahun sebelumnya yang mencapai 0,58 persen (mtm)," ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).
Perry menjelaskan, sesuai dengan pola musimannya, tarif angkutan udara akan mengalami inflasi hingga 0,05 persen akibat adanya kencenderungan kenaikan tarif di akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru.
"Beberapa komoditas pangan seperti telur ayam juga tercatat mengalami inflasi, sedangkan beberapa komoditas lain seperti cabe merah dan cabe rawit terpantau mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,07 persen dan 0,03 persen," paparnya.
Per November 2019, laju inflasi secara year-to-date tercatat baru 2,37 persen year to date (ytd). Inflasi secara month-to-month juga tercatat rendah pada angka 0,14 persen (mtm) dan hanya tiga persen (yoy).

Share this article
Beberapa komoditas pangan seperti telur ayam juga tercatat mengalami inflasi, sedangkan beberapa komoditas lain seperti cabe merah dan cabe rawit terpantau mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,07 persen dan 0,03 persen