AYOJAKARTA.COM - Bantuan beras 10 kilogram yang semula hanya sampai Juni 2024, berpotensi diperpanjang.
Tak tanggung-tanggung, hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Total ada 22 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan sosial (bansos) beras sebesar 10 kilogram setiap bulannya.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Ingin Menguji Seberapa Jeli Mata Kamu? Coba Temukan Seekor Lebah di Antara Bunga Ini
Hal itu diungkapkan Jokowi ketiak mengunjungi Kompleks Pergudangan Bulog Laende di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 13 Mei 2024.
Kunjungan itu adalah agenda rutin guna memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional.
Sekaligus menyalurkan bantuan cadangan pangan pada KPM.
Dalam sambutannya, Jokowi memastikan jika distribusi beras 10 kilogram per keluarga tetap berlanjut hingga Juni 2024.
Baca Juga: Alhamdulillah! Bansos Berlogo MRP Resmi Cair pada Bulan Mei 2024, KPM Mengaku Cair Rp600 Ribu!
Harapannya dapat diperpanjang hingga Desember 2024. Tentu saja harus disesuaikan dengan ketersedian APBN.
"Kita berdoa bersama, ya. Supaya bisa terus sampai Desember," kata presiden seperti saat dikutip Ayojakarta.com dari laman setneg.go.id, Senin 13 Mei 2024.
Dijelaskan Jokowi, bansos beras ini sebagai bentuk respon terhadap kenaikan harga beras yang terjadi karena krisis pangan dunia.
"Beberapa waktu lalu harga pangan internasional sempat naik. Kita masih termasuk rendah. Ada yang naik tinggi sekali. Ini patut kita syukuri, karena naiknya tidak drastis," katanya.
Diakui presiden, menjaga harga beras bukan pekerjaan yang mudah.
Baca Juga: Mengungkap Karakter Orang Berdasarkan Bentuk Mata, Kamu Termasuk Tipe Phoenix atau Bulat?
Karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya kesejahteraan petani dan keterjangkauan bagi konsumen.
"Kalau harga tinggi, masyarakat mengeluh. Tapi disisi lain, petani senang karena harganya naik," ungkapnya.
Pemerintah harus berupa menjadi penengan dalam hal ini. Oleh karena itu, dengan bansos beras 10 kilogram ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang terkena imbas kenaikan harga.
Bantuan beras 10 kilogram ini ditujukan bagi KPM yang masuk dalam desil 1 atau miskin ekstrem dan desil 2 atau sangat miskin. Mereka harus terdata dalam P3KE.
Baca Juga: 5 Fakta Golongan Darah A Dilihat dari Sisi Kesehatan, Salah Satunya Mudah Punya Penyakit Jantung!
Data P3KE dikelola oleh Kemenko PMK dan dinilai lebih valid dibandingkan data DTKS.
Karena data P3KE menggunakan prinsip berdasarkan nama dan alamat serta NIK.
***

Share this article
Bantuan beras 10 kilogram yang semula hanya sampai Juni 2024, berpotensi diperpanjang. Hal itu disampaikan oleh Presiden Jokowi.