AYOJAKARTA.COM – Memasuki pekan kedua di penghujung akhir tahun 2024, pemerintah melalui Kemensos terus menyalurkan bansos reguler seperti PKH dan BPNT.
Selain tahap keenam atau periode pencairan November-Desember, bansos PKH dan BPNT termin pertama yang disalurkan juga menyasar kepada KPM Peralihan.
Karena itu untuk mengoptimalkan proses pencairan bantuan kepada para KPM PKH dan BPNT, pemerintah juga melibatkan PT Pos serta Bank Himbara.
Terkait dengan status penyaluran bansos PKH dan BPNT bagi KPM Peralihan, hingga saat ini tampilan pada aplikasi SIKS-NG telah menunjukkan adanya kemajuan.
Berdasarkan adanya perubahan tampilan status pada aplikasi SIKS-NG, pencairan bantuan bagi para KPM Peralihan terindikasi akan disalurkan melalui PT Pos serta Bank Himbara.
Baca Juga: Dimulai dari Aceh! Pencairan Bansos PKH dan BPNT November Desember 2024 Siap Disalurkan Lewat KKS!
Adapun perbedaan antara penerima bansos melalui PT Pos atau Bank Himbara, ditentukan berdasarkan pada kepemilikan kartu KKS Bank Himbara.
Di samping bansos reguler PKH dan BPNT, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek juga terus menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar atau PIP.
Dari sebanyak 18,6 juta peserta didik yang tercatat sebagai penerima manfaat, jumlah yang telah disalurkan mencapai sekitar 15 juta penerima.
Guna memastikan penyerapan anggaran tahun 2024, pemerintah sampai dengan akhir Desember ini akan terus melakukan penyaluran.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan proses pencairan akan terus dilangsungkan hingga Februari 2025 mendatang.
Proses penyaluran bantuan sosial pada bulan Desember 2024 juga diberikan kepada para KPM Bantuan Langsung Tunai Dana Desa.
Karena perbedaan mekanisme penyaluran di tiap daerah, pada penghujung tahun 2024 KPM BLT DD berkesempatan mendapat bantuan dengan nominal sedikitnya Rp300,000.
Selain ketiga jenis bansos tersebut, pada Desember 2024 pemerintah juga menyalurkan bansos beras sebesar 10 kilogram.
Sampai dengan hari ini, proses penyaluran bantuan bagi sekitar 22 juta penerima manfaat yang tercatat dalam data P3KE terus disalurkan.
Meski mekanisme penyaluran belum dapat dipastikan, program bansos beras direncanakan akan terus dilanjutkan hingga pada tahun 2025 mendatang.
Adapun jumlah penerima manfaat bansos beras diprediksi akan berkurang menjadi 16 juta, karena dialokasikan pada program .akan bergizi gratis.
Keberlanjutan program bantuan, selain berlaku pada program cadangan beras pemerintah juga ditujukan pada bantuan atensi bagi Yatim-Piatu atau Yapi.
Para penerima manfaat bansos Yapi, pada Desember 2024 akan menerima bantuan tunai dengan jumlah bervariasi yang sedikitnya senilai Rp 200,000.
Mulai Januari 2025 mendatang, pemerintah berencana akan terus melanjutkan penyaluran bansos Yapi kepada para penerima ***

Share this article
Memasuki pekan kedua di penghujung akhir tahun 2024, pemerintah melalui Kemensos terus menyalurkan bansos reguler seperti PKH dan BPNT.