AYOJAKARTA.COM – Bukan hanya tersedia di aplikasi WhatsApp, fitur Meta AI juga dapat ditemukan oleh jutaan pengguna di jejaring sosial Instagram.
Dengan adanya fitur Meta AI, pengguna WhatsApp serta Instagram bisa dengan mudah memperoleh berbagai jenis informasi yang dibutuhkan.
Meski sangat mudah dalam pengoperasian, fitur Meta AI juga oleh sejumlah kalangan pengguna WhatsApp serta Instagram dianggap menjadi momok menakutkan.
Menurut sebagian pengguna aplikasi WhatsApp dan Instagram, Meta AI yang merupakan fitur asistensi pribadi menyimpan celah serta dapat membahayakan privasi.
Sebagaimana skandal Cambridge Analytica yang sempat menerpa perusahaan Facebook atau hari ini dikenal sebagai Meta, fitur terbaru WhatsApp rentan aktivitas spionase.
Dengan mengaktifkan fitur Meta AI, privasi pengguna dapat secara mudah diretas dan berpotensi menjadi alat tertentu oleh pihak lain atau pihak ketiga, salah satunya unggahan YouTube Babeh Cerdas.
Baca Juga: Yakin Gak Mau Coba? Ternyata Begini Cara Baca Chat Grup WhatsApp Tanpa Ketahuan Pengirim
Dalam skandal Cambridge Analytica yang menggemparkan Amerika Serikat pada 2018 lalu, pengguna Facebook murka karena data pribadinya dipergunakan untuk tujuan politik.
Berbekal pada anggapan semua, sebagian kalangan meyakini data serta percakapan pribadi dapat menjadi bumerang dan membahayakan privasi penggunanya.
Karena sejumlah alasan tersebut, tidak sedikit pengguna WhatsApp maupun Instagram yang mengimani dan menyarankan agar fitur Meta AI tidak diaktifkan.
Selain tidak diaktifkan atau dihapus, sejumlah pengguna WhatsApp serta Intagram juga berharap agar pemerintah Indonesia ikut melakukan langkah pencegahan.
Keamanan data serta aktivitas percakapan serta komunikasi yang bersifat pribadi, menurut banyak pengguna WhatsApp harus menjadi prioritas negara.
Sehubungan dengan adanya perspektif yang menganggap fitur kecerdasan buatan pada WhatsApp cukup rentan dan membahayakan privasi, Meta AI dengan tegas menyanggah.
Baca Juga: Lakukan 2 Langkah Ini agar WhatsApp Kamu Aman dan Tidak Disadap, Ayo Coba!
Dalam jawaban tekstual yang dapat diketahui oleh siapapun melalui fitur asistensi terbaru pada WhatsApp serta Instagram, Meta juga menjabarkan tentang kebijakan privasi.
Untuk dapat melindungi keamanan percakapan dan menjaga privasi pengguna, Meta AI memastikan prinsip end-to-end.
Dengan adanya protokol atau ketentuan baku ini, Meta AI juga memastikan setiap percakapan terbebas dari pihak ketiga.
Selain memperkenalkan tentang kebijakan prinsip end-to-end, Meta AI juga menjelaskan perihal batasan teknis yang terdapat dalam fitur asistensi pada perangkat pengguna.
Menurut otomatisasi penjelasan tertulis, fitur terbaru yang terdapat pada setiap cabang atau menjadi bagian dari Facebook dan kini dikenal sebagai Meta sangat menjaga privasi.
Di samping hadir untuk memberikan asistensi berbasis kecerdasan buatan, Meta AI juga menegaskan bahwa kehadirannya untuk membantu bukan memantau.***

Share this article
Bukan hanya tersedia di aplikasi WhatsApp, fitur Meta AI juga dapat ditemukan oleh jutaan pengguna di jejaring sosial Instagram.