AYOJAKARTA.COM - Layanan perbankan Bank DKI terganggu sejak malam takbiran, 30 Maret 2025 lalu membuat banyak nasabah kesulitan bertransaksi.
Hal ini menjadi catatan buruk, terutama karena menjelang Lebaran merupakaan saat kebutuhan transaksi meningkat. Gangguan ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak.
Direktur Eksekutif Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai jajaran direksi dan komisaris Bank DKI harus bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Baca Juga: Puncak Festival Balon Udara Wonosobo Dipadati Pengunjung, Kreativitas Warga Lokal Menjadi Sorotan
"Payah nih Bank DKI, seminggu tidak berfungsi. Ini sangat merugikan nasabah dan merusak citra Bank DKI di mata publik. Direksi harus bertanggung jawab," kata Uchok di Jakarta, Minggu 6 April 2025.
Ia juga menyoroti ironi di balik kondisi ini, mengingat Bank DKI baru saja menerima penghargaan sebagai Top Digital Corporate Brand Award 2025 dalam kategori Perbankan dan BUMD.
"Jadi kualitas IT Bank DKI yang benar seperti apa? Kalau memang mumpuni, kenapa bisa terjadi gangguan hingga berlama-lama? Ini merugikan nasabah. Saya kira, kejadian ini bikin malu Mas Pramono Anung sebagai Gubernur Jakarta," tambahnya.
Uchok menegaskan bahwa langkah etis yang seharusnya diambil adalah pengunduran diri dari para pimpinan Bank DKI.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Menuju Jakarta Diprediksi Terjadi Malam Ini! 2 Terminal Bus Catat Lonjakan Angka Penumpang
"Sebaiknya jajaran direktur dan komisaris segera mengundurkan diri. Ini bentuk tanggung jawab moral karena citra Bank DKI rusak, nasabah dirugikan," tegas Uchok.
Di media sosial X, banyak warganet mengeluhkan gangguan layanan yang terjadi, mulai dari ATM, mobile banking, hingga transaksi di merchant. Keluhan memuncak saat warga hendak menggunakan layanan pada momentum.***

Share this article
Layanan perbankan Bank DKI terganggu sejak malam takbiran, 30 Maret 2025 lalu membuat banyak nasabah kesulitan bertransaksi.