AYOJAKARTA.COM - Pemerintah memberikan kabar menggembirakan bagi para penerima manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Mulai 5 Juni 2025, sebanyak 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima tambahan bantuan sosial (bansos) berupa dana tunai sebesar Rp400.000 serta bantuan beras 20 kilogram.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan penebalan bansos yang diumumkan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (2/6).
Baca Juga: 7 Bansos Siap Cair Juni 2025, Termasuk PKH, BPNT, dan PIP Anak Sekolah
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa tambahan bantuan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendukung kestabilan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.
Total Anggaran Capai Rp11,93 Triliun
Untuk mendukung penyaluran bantuan tambahan ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,93 triliun.
Dana ini mencakup penyaluran bansos tunai melalui program Kartu Sembako dan bantuan pangan berupa beras gratis.
Bantuan akan diberikan kepada kelompok masyarakat rentan, khususnya yang berada di kelompok desil 1 dan 2 atau kategori miskin dan sangat miskin.
Menteri Sosial dan Badan Pangan Nasional akan mengkoordinasikan distribusi bantuan ini bersama Kementerian Pertanian.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah menjaga agar penyaluran bansos tidak menyebabkan harga beras jatuh di tingkat petani.
Pemerintah juga melakukan verifikasi data penerima bantuan untuk memastikan ketepatan sasaran. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terdapat 16,5 juta KPM yang diverifikasi.
Dari jumlah tersebut, 14,3 juta berada dalam kategori sangat miskin. Selain itu, dilakukan pembersihan data dari kesalahan inklusi atau inclusion error. Dari 6,9 juta data yang dicek secara langsung, sekitar 1,9 juta keluarga dinyatakan tidak layak dan dihapus dari daftar penerima bansos.
Stimulus Lain: Diskon Tiket Wisata dan Tol
Sebagai bagian dari stimulus ekonomi, pemerintah juga memberikan insentif berupa potongan harga tiket perjalanan dan diskon tol.
Hal ini merespons peningkatan mobilitas masyarakat yang tercatat meningkat 23 persen pada April 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Penting! Panduan Pengambilan PIN SPMB Jatim 2025 Jenjang SMA dan SMK, Catat Jadwalnya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan mobilitas masyarakat biasanya terjadi pada tiga momen penting setiap tahun, yakni Lebaran, libur sekolah di pertengahan tahun, dan libur akhir tahun. Stimulus ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi domestik.
Penyaluran Dimulai Juni 2025
Seluruh bansos, baik yang bersifat tunai maupun barang akan disalurkan mulai bulan Juni 2025. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus menopang daya beli di tengah ketidakpastian ekonomi global.***

Share this article
Mulai 5 Juni 2025, 18,3 juta KPM BPNT terima Rp400rb & 20 kg beras. Bansos ini bagian dari penebalan bantuan senilai Rp11,93 triliun.