KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan wilayah Kota Bogor terancam menjadi zona merah risiko tinggi penuaran corona. Itu lantaran warga masih abai dengan protokol kesehatan.
"Saat ini sangat belum aman, Kota Bogor terancam zona merah karena warga semakin cuek, ini yang berbahaya. Kepedulian warga turun, sementara trennya naik," katanya, Selasa (18/8/2020).
Kondisi saat ini kata dia adalah gawat, bukan kondisi yang biasa-biasa saja.
"Bisa dibayangkan jika Kota Bogor kembali masuk zona merah, maka akan diterapkan kembali PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)," kata Bima.
Bima Arya menuturkan, beberapa hari ini data penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor berada di atas angka 10 kasus.
AYO BACA : Update Covid-19 Kota Bogor: Kasus Positif Bertambah 12
"Saat ini penularan yang terjadi di rumah dan kantor jumlahnya lebih banyak. Sebaiknya kegiatan rapat-rapat di dalam kantor dibatasi, keluar kota harus hati-hati dan swab test digencarkan. Saat ini imported case bisa tersalip oleh lokal dari keluarga, ini yang paling bahaya dan yang paling kita khawatirkan,” jelasnya.
Dengan kondisi saat ini ada penularan di permukiman. Dimana antar keluarga saling berkunjung, anak-anak tertular dan menulari tetangganya, kemudian istri menulari suaminya.
Bima Arya meminta agar pelaksanaan 11 ribu tes usap massif dalam waktu sebulan segera dilakukan agar tercapai target yang diinginkan.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119. Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Klaster Baru di Depok, 16 Karyawan Giant Margocity Positif Covid-19

Share this article
Kondisi saat ini kata dia adalah gawat, bukan kondisi yang biasa-biasa saja.