BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor terlihat pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka 1 Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Disini para murid tak punya kelas dan belajar beratapkan terpal.
Cucu Sumiati, penggagas SMP 1 Terbuka Cijeruk menjadikan halaman rumahnya sebagai tempat 65 murid belajar. Sebagian tempat belajar bahkan hanya beratapkan langit namun tak membuat semangat para murid untuk berhenti menuntut ilmu.
Cucu mengatakan kondisi seperti ini telah berlangsung sejak lima hari belakangan sejak pihaknya tak lagi mendapatkan ijin untuk menumpang kelas di salah satu sekolah Madrasah di dekat kampung tersebut.
AYO BACA : Pemerintah Matangkan Konsep Trem Masuk Bogor
"Sekarang kita belajar dihalaman depan dan belakang rumah saya menggunakan tenda dan beratapkan langit, ini supaya menyelamatkan mereka supaya tidak ketinggalan mata pelajaran, alhamdulillah anak-anak happy enjoy," ujar Cucu ditemui di kediamannya, Jumat (30/8/2019).
Dia menceritakan SMP Terbuka 1 Cijeruk dirintis oleh dirinya bersama almarhum suami pada 2011. Sejak saat itu SMP ini tak punya ruang kelas. Harusnya SMP yang dirintis Cucu bisa mengadakan kegiatan belajar di SMP 1 Cijeruk namun jaraknya berada jauh dari tempat tinggal para murid.
"SMP 1 ke Cijeruk jauh jaraknya bisa 13 sampai 14 kilometer dari rumah anak-anak dan transportasi juga harus naik angkot sambung ojek, ongkosnya Rp30.000 sehari, mereka tak akan mampu karena mereka anak-anak ini orangtuanya buruh," terang Cucu.
AYO BACA : Razia Kendaraan 14 Hari, Ini Sasaran Operasi di Bogor
Jauhnya jarak sekolah itu kemudian membuat SMP 1 Terbuka Cijeruk menumpang kelas di berbagai sekolah. Tercatat sudah 3 kali sekolah ini berpindah tempat belajar.
"Kita sudah tiga kali pindah tempat, pertama kami menumpang di SD Langgeng Sari selama 4 tahun, kemudian pindah ke madrasah selama 3 tahun dengan menyewa seharga 500.000, uangnya dari SMP 1 Cijeruk tapi kondisinya disana tidak mendukung, lalu kami pindah ke madrasah lainnya selama 1 tahun tapi ada masalah kepemilikan lahan hingga akhirnya pindah kesini sejak Senin," kata Cucu.
Bagi murid belajar beratapkan terpal tentunya tidak senyaman di ruangan kelas namun Cucu selalu memotivasi mereka agar menuntut ilmu.
"Setiap hari saya memotivasi mereka bahwa sukses sekolah itu bukan dari gedung yang bagus tapi bagaimana kamu membentuk karakter kamu sendiri dengan rajin belajar, alhamdulillah anak-anak enjoy dan happy," katanya.
Kini dengan kondisi yang dialaminya Cucu berharap adanya perhatian pemerintah untuk mencarikan ruangan kelas bagi murid-muridnya.
"Kalaupun ini SMP terbuka tapi setidaknya jangan dibiarkan belajar dimana saja, apa salahnya pemerintah sediakan lahan, saya kalau mampu bangun ruangan kelas sudah dari dulu dibikini karena ini buat masa depan anak-anak kita, harusnya mereka bisa belajar dengan nyaman," tukas Cucu.

Share this article
Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor terlihat pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka 1 Cijeruk, Kecamatan Cijeruk. Disini para murid tak punya kelas dan belajar beratapkan terpal.