AYOJAKARTA.COM - Ada berapa warung bakso dan mie ayam di sekitar tempat tinggalmu?
Ketika kamu sedang makan mie ayam atau bakso, pasti ada sayuran hijaunya. Yap, sawi. Baik itu sawi hijau atau caisim maupun sawi bakso atau pakcoy.
Berdasarkan survey yang dilakukan pemilik akun TikTok @bertani_agrofarm, per hari setiap warung bakso atau mie ayam membutuhkan 5 - 10 ikat sawi. Baik caisim atau pakcoy.
Baca Juga: AWAS, Ternyata 5 Sayur dan Buah ini Bisa Bikin Badan Jadi Gemuk Lho, Salah Satunya Mentimun?
Dan tidak semua pemilik usaha warung mie ayam dan bakso itu tidak menanam sendiri sayurannya.
Hal itu dapat kamu manfaatkan untuk meraup cuan.
Selama ini pemilik warung bakso dan mie ayam membeli sayuran di pasar tradisional dengan kualitas yang tidak selalu sama.
Tak punya lahan luas? Jangan khawatir. Karena budidaya sayur sawi tidak bisa dilakukan di lahan yang sempit.
Ada beragam metode yang dapat dipilih jika memang lahannya sempit, dengan cara sistem polybag atau pot.
Gimana caranya?
Baca Juga: Manfaatkan Potensi Lokal! Raih Omzet Rp120 Juta per Bulan dengan Budidaya Ubi Jalar di Desa
Pertama, masukkan media tanam pada polybag. Buat lubang tanam dan isi dengan benih sawi. Dalam 1 polybag dapat ditanam 2-3 benih.
Selanjutnya tutup lubang tanam dengan media tanam dan siram secara hati-hati agar benih tidak muncul di permukaan.
Pastikan tanaman cukup mendapatkan cahaya agar tumbuhnya juga cepat. Tunggu selama sebulan, sawi kamu akan bisa dipanen.
Baca Juga: Ide Penghasilan Sampingan: Budidaya 13 Jenis Sayuran Cepat Panen di Rumah yang Menguntungkan
Jika harga 1 ikat sawi Rp 5.000 ribu dan kamu ada langganan 10 warung saja, tinggal kamu kalikan saja.
Gimana? Tertarik mencoba? Untuk pot bisa kamu manfaatkan botol air mineral bekas, loh.***
Share this article
Berikut bisnis budidaya sayur yang menguntungkan hingga kedepan selama warung bakso dan mie ayam ada.