AYOJAKARTA.COM – Kredit Usaha Rakyat dari Bank Rakyat Indonesia atau KUR BRI merupakan pinjaman modal usaha yang banyak dipilih pelaku usaha.
Selain karena cakupan operasional bank sangat luas, alasan KUR BRI banyak dipilih karena persyaratannya yang relatif mudah.
Bagi pelaku usaha mikro ataupun menengah yang akan mengajukan pinjaman KUR BRI, mungkin akan berujung kecewa.
Pasalnya, layanan Kredit Usaha Rakyat yang memiliki bunga 6 persen ini sudah tidak tersedia atau dinyatakan telah habis kuota.
Pada tahun 2023 ini, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menganggarkan dana sebesar 170 triliun rupiah.
Baca Juga: Perhatikan Syarat Berikut Jika Ingin Pengajuan KUR BRI 2023 Diloloskan Pihak Bank, Apa Saja?
Dana yang diterima Bank BRI tersebut menempati urutan teratas jika dibandingkan dengan bank-bank penyalur layanan KUR.
Setelah dilakukan pendalaman terkait dengan kuota yang habis tersebut, kemudian diketahui informasi lain.
Kredit Usaha Rakyat Bank Rakyat Indonesia terancam berakhir pada bulan Juli ini karena subsidi bunga dari pemerintah yang belum diterima bank penyalur.
Akumulasi rincian suku bunga pinjaman KUR pada dasarnya mencapai 12 persen, setengah dibebankan kepada nasabah sedangkan sisanya merupakan subsidi pemerintah.
Jika subsidi 6 persen yang ditanggung pemerintah tidak juga cair, tidak mengherankan jika layanan KUR BRI dinyatakan telah tutup atau kuota habis.
Hal tersebut dikarenakan sisa bunga sebesar 6 persen tidak mungkin ditanggung secara mandiri oleh bank penyalur, dalam hal ini BRI.
Meski demikian layanan KUR tidak saja terbatas pada bank BRI semata, sebab bank pemerintah lainnya juga membuka layanan pinjaman modal.
Selain pinjaman dalam bentuk KUR, calon nasabah juga dapat mencoba layanan pinjaman lain yang tersedia di Bank Rakyat Indonesia.
Adapun jenis pinjaman modal usaha lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha atau calon nasabah adalah Kupedes BRI.
Berbeda dengan KUR yang memiliki tingkat suku bunga 6 persen, untuk produk Kupedes BRI calon nasabah akan dikenakan bunga sebesar 12 persen.
Selain dalam perbedaan tingkat suku bunga, maksimum pinjaman KUR dengan Kupedes BRI juga menjadi perbedaan mendasar.
Untuk layanan KUR calon nasabah hanya diperbolehkan mencapai maksimum angka 500 juta rupiah, sedangkan Kupedes BRI memiliki limit pinjaman lebih besar.
Adanya perbedaan mekanisme atau proses pengajuan antara KUR dengan Kupedes BRI juga terbilang cukup mencolok.
Bagi sebagian nasabah yang sudah pernah meminjam, proses pengajuan layanan Kupedes terbilang cepat dan mudah disetujui jika dibandingkan KUR yang cenderung ketat.
Demikian perbedaan KUR dan Kupedes BRI yang dirangkum Ayojakarta pada Selasa, 27 Juni 2023 dari kanal Youtube Josan Channel 01.

Share this article
Kredit Usaha Rakyat dari Bank Rakyat Indonesia atau KUR BRI merupakan pinjaman modal usaha yang banyak dipilih pelaku usaha.