AYOJAKARTA.COM - Tahukah kamu apa itu dark psychology alias psikologi gelap?
Kedengarannya menarik, bukan? Meskipun bukan merupakan cabang formal dari bidang keilmuan psikologi, dark psychology telah menjadi topik yang menarik.
Dikutip dari kanal Youtube Psych2Go, dark psychology mengacu pada studi dan penerapan fenomena psikologis yang terlibat dalam eksploitasi dan manipulasi manusia.
Meskipun kesadaran akan taktik ini penting untuk melindungi diri sendiri, perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang menggunakan strategi psikologis berniat jahat loh.
Apa saja ke-6 trik dark psychology tersebut? Berikut penjelasannya:
Baca Juga: Syarat dalam UU KIA untuk Cuti Melahirkan 6 Bulan dengan Gaji yang Tetap Dibayarkan
1. Ketaatan pada otoritas.
Pernahkah kamu mendengar eksperimen kepatuhan Stanley Milgram yang terkenal?
Sering disebut sebagai salah satu studi psikologi yang paling tidak etis dan banyak dirujuk dalam dark psychology.
Milgram bertujuan untuk mempelajari kepatuhan terhadap otoritas dengan memeriksa seberapa jauh orang akan mematuhi otoritas jika hal itu melibatkan merugikan orang lain.
Yang meresahkan, ia menemukan bahwa partisipan bersedia memberikan kejutan listrik yang berpotensi mematikan kepada orang lain jika ada pihak berwenang yang memerintahkan mereka, meskipun hal tersebut bertentangan dengan nilai atau penilaian pribadi mereka.
Jadi, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan terhadap otoritas dapat membantu mencegah mengikuti arahan yang tidak etis atau manipulatif secara membabi buta.
2. Efek pengamat.
Efek pengamat adalah fenomena sosial di mana individu cenderung tidak membantu dalam situasi darurat ketika ada orang lain.
Menurut psikolog Kendra Cherry, pembagian tanggung jawab ini terjadi karena orang berasumsi orang lain akan mengambil tindakan, sehingga menyebabkan tidak adanya tindakan dan berkurangnya kemungkinan bantuan.
Manipulator dapat mengeksploitasi efek pengamat dengan menciptakan situasi di mana individu ragu untuk mempertanyakan atau menantang perilaku manipulatif tersebut, dengan asumsi orang lain akan mengatasi masalah tersebut.
Namun memahami efek pengamat dapat mendorong keterlibatan proaktif dan memberdayakan individu untuk menolak manipulasi secara kolektif.
3. Bom cinta.
Baca Juga: Membaca Kepribadian Orang dari Apa yang Mereka Unggah di Akun Media Sosial
Psikolog Dr. Elena Tiani mendefinisikan bom cinta sebagai tampilan kasih sayang, perhatian, dan kekaguman yang intens dan berlebihan yang digunakan untuk membangun kendali dan ketergantungan.
Para manipulator pada awalnya menghujani targetnya dengan kasih sayang dan pujian, namun lama kelamaan mereka meremehkan dan mengkritik targetnya sehingga mengikis harga diri mereka dan menumbuhkan ketergantungan pada sang manipulator.
Mengenali pola bom cinta dan devaluasi dapat membantu melepaskan diri dari hubungan yang beracun dan manipulatif.
4. Rekayasa sosial.
Rekayasa sosial adalah teknik manipulasi psikologis yang digunakan untuk menipu individu dengan mengeksploitasi kepercayaan, sifat mudah tertipu, atau keinginan mereka untuk membantu orang lain.
Hal ini sering kali melibatkan peniruan identitas, penipuan, dan manipulasi norma-norma sosial untuk mengelabui orang agar membocorkan informasi sensitif atau melakukan tindakan yang menguntungkan si manipulator.
Contoh umum trik ini adalah berpura-pura membutuhkan bantuan.
Untuk melindungi diri kamu sendiri, berhati-hatilah terhadap permintaan yang tidak jelas, verifikasi identitas dan niat, serta pertahankan tingkat skeptisisme yang sehat, terutama dalam interaksi online.
Baca Juga: CASN 2024: Ini Dia 19 Formasi Lulusan SMA Tanpa Syarat Tinggi Badan
5. Persuasi manipulatif.
Persuasi manipulatif melibatkan penggunaan taktik menipu untuk mempengaruhi pikiran, emosi, atau perilaku seseorang demi keuntungan pribadi, seringkali tanpa disadari sepenuhnya oleh individu tersebut.
Peneliti dan psikolog Harvard, Ryan Mace, menjelaskan bahwa para manipulator menggunakan berbagai teknik, seperti memanfaatkan emosi, menciptakan rasa urgensi, menyebarkan informasi yang salah, menyebarkan rasa takut, atau menggunakan sanjungan untuk mempengaruhi individu demi keuntungan mereka.
Penting untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mempertanyakan motif di balik taktik persuasif agar tidak dimanipulasi, kata Mace.
Mempertahankan kesadaran akan respons emosional diri sendiri dan bersikap lebih asertif juga dapat melawan taktik manipulatif.
Memahami trik dark psychology yang digunakan oleh para manipulator sangat penting dalam menjaga dan melindungi diri kamu dari manipulasi.***
Baca Juga: Tips Psikologi: Cara Menghadapi Orang yang Kasar dan Tidak Sopan Secara Elegan
Share this article
Waspadai! Dark Psychology bisa membahayakan kamu lho, ketahui ciri-ciri dan trik Dark Psychology berikut.