AYOJAKARTA.COM - Ada banyak cara untuk mendefinisikan kepribadian seseorang.
Dulu, kita mengenal pameo, kamu adalah apa yang kamu makan. Atau kamu adalah apa yang kamu pakai.
Ada juga, kamu adalah apa yang kamu pikirkan, dan lain sebagainya.
Nah, di era media sosial sekarang ini, kepribadian seseorang bisa dibaca dari apa yang diunggahnya di sana.
Situs Truity.com memprediksi ciri-ciri kepribadianmu hanya dari melihat akun media sosialmu.
Baca Juga: CASN 2024: Ini Dia 19 Formasi Lulusan SMA Tanpa Syarat Tinggi Badan
Meskipun semuanya terasa acak, apa yang kamu sukai dan posting mengungkapkan lebih banyak tentangmu daripada yang kamu pikirkan.
Keterlibatan media sosial bukan hanya ekspresi kepentingan pribadi atau diri idealmu; itu adalah jendela menuju kepribadianmu.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas media sosial kita merupakan indikator yang cukup dapat dikamulkan mengenai kepribadianmu menurut model kepribadian Lima Besar.
Lima Besar mengacu pada model yang digunakan untuk mengkategorikan orang berdasarkan lima dimensi kepribadian yang berbeda, dengan masing-masing dimensi diukur berdasarkan spektrum dari rendah hingga tinggi.
Para peneliti telah menemukan bahwa masing-masing dari Lima Besar ciri kepribadian ini memiliki dampak nyata pada cara orang menggunakan dan berinteraksi dengan media sosial.
Ekstraversi
Ekstraversi mengacu pada tingkat kemampuan bersosialisasi, banyak bicara, rangsangan, dan ekspresi emosional seseorang.
Baca Juga: 10 Cara Mudah untuk Membuat HP Android Auto Ngebut
Mereka yang mendapat nilai rendah dalam ekstraversi sering disebut sebagai “introvert.”
Sama seperti orang yang sangat ekstrovert cenderung menghargai interaksi yang kuat dan sering dengan orang-orang di lingkungan “hidup” mereka, mereka juga cenderung memiliki kehidupan media sosial yang cukup aktif.
Mereka sering ditemukan berinteraksi langsung dengan teman, dan teman dari teman, dan mengekspresikan pikiran dan emosi pribadi mereka agar dapat dilihat dunia.
Mereka ‘menyukai’ kiriman teman mereka, menambahkan pesan dorongan, simpati atau persetujuan, dan terhubung dengan orang-orang di luar lingkaran pertemanan dan koneksi terdekat mereka.
Introvert cenderung menganggap media sosial sebagai hal yang tidak masuk akal, namun bukan berarti mereka tidak menggunakannya.
Media sosial sering kali memenuhi kebutuhan sosial yang mungkin sulit dipenuhi oleh para introvert ketika bertemu langsung dengan orang-orang.
Baca Juga: Tips Psikologi: Cara Menghadapi Orang yang Kasar dan Tidak Sopan Secara Elegan
Sering disebut sebagai “pengintai”, mereka menggunakan dan berinteraksi dengan media sosial secara lebih pribadi.
Keramahan
Dimensi ini menunjukkan kecenderungan atau kecenderungan seseorang terhadap perilaku pro-sosial termasuk altruisme, kebaikan, kepercayaan, dan kasih sayang.
Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, orang-orang yang lebih mudah disetujui mungkin kurang cenderung untuk memberikan 'suka' mereka.
Para peneliti menjelaskan hal ini dengan mencatat bahwa orang-orang yang sangat menyenangkan berhati-hati untuk tidak berkontribusi terhadap pertikaian di antara teman-teman dan koneksi mereka dengan menyukai sesuatu yang berpotensi memecah belah.
Sebaliknya, orang-orang yang kurang menyenangkan tidak begitu peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang preferensi mereka, sehingga mereka ‘menyukainya’ sesuka hati.
Kehati-hatian
Baca Juga: Trik Psikologi: 5 Cara untuk Meninggalkan Zona Nyaman, Ternyata Bisa dengan Belajar dari Hal Ini
Tingkat perhatian, pengendalian impuls, pengorganisasian, dan perhatian terhadap detail seseorang diukur pada skala kesadaran.
Mereka yang memiliki tingkat kehati-hatian yang lebih tinggi cenderung membagikan lebih sedikit ‘suka’ dan memiliki keanggotaan di lebih sedikit grup online, dan umumnya lebih jarang menggunakan media sosial dibandingkan individu yang tidak teliti secara keseluruhan.
Hal ini karena individu yang sangat teliti biasanya menempatkan prioritas lebih tinggi pada disiplin dan produktivitas dan kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas yang hanya sekedar mengalihkan perhatian atau membuang-buang waktu.
Neurotisme
Neurotisisme mengacu pada tingkat atau kecenderungan seseorang terhadap kecemasan, mudah tersinggung, kemurungan, kesedihan, dan ketidakstabilan emosi.
Baca Juga: Tes IQ: Ada yang Salah dengan Gambar Ini, Coba Temukan dalam 10 Detik
Orang yang lebih neurotik mempunyai kecenderungan untuk 'menyukai' dengan frekuensi yang lebih banyak dibandingkan orang yang kurang neurotik.
Karena mereka yang menderita neurotik seringkali merasa tidak aman dalam hubungannya, berhubungan melalui media sosial mungkin merupakan cara untuk mencoba mempertahankan atau memperkuat hubungan, atau untuk menjangkau orang lain untuk mendapatkan dukungan.
'Menyukai' juga bisa menjadi upaya kebalikan untuk mendapatkan perhatian dan penegasan—jika individu neurotik 'menyukai' konten seseorang, dia mungkin berharap menerima validasi timbal balik.
Keterbukaan
Dimensi ini mencakup keterbukaan seseorang terhadap pengalaman serta imajinasi, wawasan dan keluasan minat dan pengetahuan.
Keterbukaan yang lebih tinggi berkaitan langsung dengan jumlah ‘suka’ yang diberikan seseorang, keanggotaan dan keterlibatannya dalam grup online, serta jumlah pembaruan status yang ia posting.
Orang-orang yang menunjukkan tingkat keterbukaan yang lebih tinggi akan lebih terbuka terhadap “pengalaman” yang disediakan oleh media sosial dan, akibatnya, ingin berbagi pengalaman tersebut dengan orang lain melalui pembaruan dan foto.***
Baca Juga: Jarang Diketahui, Inilah Kepribadian Seseorang Berdasarkan Cara Ia Memakai Jam Tangan

Share this article
Begini cara membaca kepribadian seseorang yang jarang diketahui lewat postingannya di media sosial mereka.