AYOJAKARTA.COM -- Kue nastar adalah salah satu kue khas Indonesia yang sangat populer, terutama saat momen lebaran Idul Fitri.
Namun, seringkali kita menghadapi masalah ketika membuat kue nastar, yaitu retak dan pecah pada hasil akhirnya.
Kenapa ya kue nastar yang dibuat terkadang retak dan pecah?
Baca Juga: Tes IQ: Suka Tantangan? Yuk Coba Temukan 3 Perbedaan pada Gambar Kupu-Kupu Ini, Bisa?
Sebenarnya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kue nastar retak dan pecah.
Selain kelembaban adonan, jenis tepung dan komposisi bahan-bahan juga memainkan peran penting.
Namun perlu kamu ketahui ada 2 faktor utama yang mungkin sering diabaikan ketika membuat kue nastar.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Pawon Mak Zaki yang diunggah pada 23 April 2023, berikut 2 alasan kue nastar retak dan cara mengatasinya:
Baca Juga: 8 Strategi Psikologi Negosiasi atau Tawar Menawar agar Sukses dan Untung Terutama dalam Bisnis
1. Suhu oven
Salah satunya adalah perbedaan suhu oven yang tidak konsisten atau terlalu panas, yang dapat mengakibatkan kue menjadi kering di bagian luar namun masih lembab di dalamnya.
Pastikan untuk mengatur suhu oven dengan cermat. Jika menggunakan oven tangkring atau kompor, usahakan untuk memilih api yang tidak terlalu besar agar suhu tetap stabil.
Jika memungkinkan, gunakan oven listrik yang memiliki pengatur suhu yang lebih terkontrol dan stabil.
Berikut tips menggunakan dan menyesuaikan suhu oven kompor atau tangkring:
- Buka lubang tutup hawa untuk mengurangi suhu oven.
- Matikan api sesaat untuk mengurangi suhu secara drastis.
- Jika memungkinkan, lakukan pengujian dan penyesuaian untuk mengetahui cara terbaik dalam mengatur suhu oven agar nastar tidak retak.
Setiap oven memiliki karakteristik yang berbeda, oleh karena itu, penting untuk melakukan eksperimen dan penyesuaian sesuai dengan oven yang digunakan.
Ingat perlu kesabaran dan pengalaman dalam menyesuaikan teknik pembuatan nastar dengan oven yang digunakan.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Kenali Profesi yang Paling Cocok untukmu Berdasarkan Tipe Golongan Darah
2. Cara mengoleskan kuning telur
Untuk mengurangi risiko retak, oleskan lapisan toping atau bahan olesan pada nastar setelah selesai dipanggang dan didinginkan.
Hal ini membantu mencegah retak karena suhu oven tidak lagi menjadi masalah.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi kemungkinan nastar retak atau pecah.***

Share this article
Kenapa ya kue nastar yang dibuat terkadang retak dan pecah? Sebenarnya ada beberapa faktor yang jadi penyebabnya. Tenang, ini cara atasinya.