AYOJAKARTA.COM – Pada era yang dinamis seperti sekarang ini, banyak dari kita terjebak dalam peran yang tidak mencerminkan perasaan sejati yang kita miliki.
Terkadang, dibalik senyum dan tawa yang terlihat bahagia, tersimpan luka dan kesedihan yang dalam.
"Smiling depression" atau depresi tersenyum, adalah saat seseorang pura-pura bahagia dan memilih untuk menyembunyikannya.
Entah karena takut membebani orang lain atau karena takut dihakimi oleh masyarakat.
Tanda-tanda psikologis yang muncul dalam orang-orang yang mengalami hal ini sering terlewatkan atau diabaikan.
Baca Juga: 5 Fakta Psikologis Orang yang Memikirkan Seseorang, Ternyata Salah Satunya Ada Koneksi Emosional
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube yang diunggah 23 Februari 2022, berikut 5 tanda orang yang pura–pura bahagia:
1. Selalu terlihat bahagia dan ceria
Mereka selalu terlihat bahagia di depan orang lain, sehingga orang di sekitar mereka mungkin menganggap bahwa mereka tidak memiliki masalah atau beban hidup.
Namun, di balik senyuman mereka, mereka mungkin berjuang dengan perasaan-perasaan yang jauh dari kebahagiaan.
2. Melakukan semuanya sendirian
Mereka cenderung melakukan segala sesuatu sendirian dan enggan melibatkan orang lain dalam masalah atau kesedihan mereka.
Lebih memilih untuk menutup diri dan menyembunyikan perasaan, agar tidak menimbulkan lebih banyak masalah atau kekhawatiran.
3. Hanya bercerita dengan teman terdekat
Mereka hanya mau berbagi perasaan mereka dengan teman terdekat yang dipercaya benar-benar mengerti dan mendengarkan tanpa menghakimi.
Bisa jadi takut akan penilaian atau tidak percaya bahwa orang lain akan dapat memahami apa yang mereka alami.
4. Perubahan nafsu makan
Beberapa dari mereka mungkin mengalami perubahan dalam nafsu makan, entah menjadi makan berlebihan atau kehilangan nafsu makan sama sekali.
Perubahan ini bisa menjadi hasil dari stres atau ketidakstabilan emosional yang mereka alami.
Baca Juga: ALHAMDULILAH! 26 Maret 2024 Pemerintah Cairkan 2 Bansos Serentak untuk 14.977 KPM di Daerah Ini
5. Kehilangan minat dengan aktivitas yang disukai
Mereka mungkin kehilangan minat dengan aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati, karena tumbuhnya perasaan bersalah, tidak berharga, dan putus asa.
Aktivitas yang sebelumnya menjadi sumber kegembiraan bagi mereka sekarang terasa hambar dan tanpa makna.
Seorang "Eccedentesiast" adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang memiliki kecenderungan tersebut.
Seseorang menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman dan tawa mereka, padahal sedang menyimpan luka yang dalam.
Untuk mengatasi "smiling depression" atau depresi tersenyum, diperlukan diagnosis profesional dan mungkin memerlukan terapi.
Hal terpenting adalah bahwa tidak ada yang salah dalam menjadi "Eccedentesiast", namun penting untuk memastikan bahwa kita mengatasi perasaan negatif dengan cara yang sehat dan efektif.

Share this article
"Smiling depression" atau depresi tersenyum, adalah saat seseorang pura-pura bahagia dan memilih untuk menyembunyikannya.