AYOJAKARTA.COM — Bagi para petani atau pecinta tanaman, keriting kuning pada cabai rawit atau cabai keriting tentu menjadi masalah yang serius.
Jika terdapat keriting kuning pada cabai, hal itu tentu bisa berpotensi membuat gagal panen bagi para petani.
Tentu petani akan mengalami kerugian besar jika terdapat keriting kuning pada cabai karena kualitas cabai yang dihasilkan dianggap kurang bagus.
Umumnya, permasalahan ini terjadi karena akar tidak bisa menyalurkan atau menyerap nutrisi pada daun dan tunas baru.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Harga Cabai Rawit Melonjak
Untuk itu, tak heran banyak masyarakat yang mencari tahu bagaimana cara mengatasi keriting kuning pada cabai.
Jika kamu tertarik untuk mengetahui bagaimana cara mengatasinya, artikel ini sayang untuk dilewatkan.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Roni Jenggot terdapat satu racikan yang menggunakan dua bahan alami, yakni bawang merah dan kunyit.
Bawang merah dan kunyit dipercaya sangat bagus untuk tanaman dan bisa mengantisipasi mengusir hama.
Baca Juga: Ibu-ibu Harus Tahu! Jelang Ramadan Bahan Pangan Harganya Melejit, Cabai Rawit Tembus Rp100.000/kg
Cara membuatnya:
1 . Parut bawang merah dan kunyit.
2 . Masukkan 1/2 liter air ke dalam parutan bawang merah dan kunyit.
3 . Aduk sampai rata.
4 . Diamkan kira-kira 10 menit, tunggu sampai mendengap.
5 . Jika sudah, saring air campuran parutan dua bahan tersebut.
6 . Lalu semprotkan air yang telah disaring kepada pohon cabai, disarankan untuk melakukan penyemprotan sebanyak tiga hari sekali secara rutin untuk mempercepat pemulihan.
Baca Juga: PPKM Darurat Bikin Harga Cabai hingga Emas di Jakarta Turun
Air campuran kunyit dan bawang merah itu juga bisa digunakan untuk menyiram tanaman cabai untuk membut akar-akar lebih bagus.
Tak hanya untuk tanaman cabai rawit atau keriting, air tersebut juga dapat digunakan untuk penyemprotan pohon tomat.
Itu dia racikan bahan alami yang dapat membantu mengatasi keriting kuning pada cabai rawit.***

Share this article
Jika terdapat keriting kuning pada cabai, hal itu tentu bisa berpotensi membuat gagal panen bagi para petani.