AYOJAKARTA.COM – Intelligence quotient atau IQ seringkali dianggap sebagai satu indikator kecerdasan yang dimiliki seseorang.
Kebanyakan orang beranggapan bahwa IQ tinggi menandakan orang cerdas, sementara orang kurang cerdas memiliki "IQ jongkok".
Untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi mutlak antara kecerdasan seseorang dengan level IQ, uraian berikut akan memperjelas seperti dikutip dari kanl YouTube NeoNerd.
Fungsi IQ pada Manusia
Konsep IQ pertama kali diperkenalkan oleh psikolog merangkap filsuf asal Jerman bernama Wilhelm Louis Stern.
Keingintahuan para pakar dan peneliti ingin mengetahui apakah kecerdasan seseorang dapat diukur dengan tepat menjadi latar belakang dilakukannya penelitian.
Sampai kemudian di tahun 1904, pemerintahan Prancis membutuhkan informasi untuk mengidentifikasi siswa yang termasuk kategori cerdas dan lebih butuh bantuan.
Untuk mendapatkan jawaban tersebut, pemerintah Perancis selanjutnya meminta bantuan seorang psikolog bernama Alfred Binet serta Theodore Simon.
Keduanya kemudian merancang sebuah pertanyaan yang bersifat praktis, memacu ingatan serta hal baru lainnya.
Baca Juga: Tes IQ: Jika Kamu Bisa Temukan 15 Kucing dalam 11 Detik, Berarti Kamu Cerdas di Atas Rata-rata
Dari hasil rancangan tersebut kemudian diketahui perbedaan setiap siswa, dan kemudian dijadikan sebagai landasan teori tentang usia mental atau mental age.
Dari hasil penelitian lanjutan dan pengembangan yang dilakukan Universitas Stanford, rancangan pertanyaan ini kemudian dikenal hingga saat ini.
Namun demikian, hasil ini tidak sepenuhnya mampu menggambarkan secara baik mengenai arti, makna, dan spektrum kecerdasan seseorang.
Hingga kemudian, di tahun 1983 Howard Gardner menggagas tentang aspek kecerdasan selain IQ sebagai salah satu jawaban yang kemudian dikenal dengan multiple intelligence.
Dalam bukunya yang berjudul Frames of Minds, Howard beranggapan bahwa kecerdasan dapat terbagi menjadi delapan jenis.
Baca Juga: Ilusi Optik untuk Tes IQ: Temukan Bola Sepak di Kerumunan Panda Ini dalam Waktu 11 Detik
Adapun jenis kecerdasan yang dimaksud Howard antara lain kecerdasan musik, kecerdasan visual spasial, kecerdasan linguistik, dan kecerdasan logika matematika.
Selain itu, Howard juga menambahkan bahwa jenis kecerdasan manusia juga masih terbagi lagi menjadi kecerdasan kinesthetic, kecerdasan intrapersonal, interpersonal dan naturalis.
Dengan mengacu pada konsep dan pembagian kecerdasan yang digagas oleh Howard, maka dipastikan bahwa IQ bukanlah satu-satunya tolok ukur kecerdasan.
Menurut Howard, tes IQ yang biasa dijadikan sebagai acuan kecerdasan seseorang hanya mencakup dua jenis kecerdasan yang diperkenalkannya.
Howard menganggap bahwa tes IQ hanya menguji dua jenis kecerdasan yakni kecerdasan linguistik dan kecerdasan logika matematika.
Terkait dengan perdebatan tersebut, Ilmuwan Otak DR Adam Hampshire menyebut bahwa dalam diri manusia terdapat sangat banyak jenis kecerdasan, bukan hanya delapan.***

Share this article
Konsep IQ pertama kali diperkenalkan oleh psikolog merangkap filsuf asal Jerman bernama Wilhelm Louis Stern.