AYOJAKARTA.COM - Siswa yang termasuk eligible tentunya mendaftarkan diri untuk masuk PTN melalui SNBP 2024.
Namun, ternyata ada prinsip di seleksi SNBP 2024 yang membuat siswa eligible belum tentu lolos.
Apa sajakah prinsip di seleksi SNBP 2024 bagi siswa eligible yang mendaftarkan dirinya dan bisa berpeluang pendaftar tidak lolos?
Berikut prinsip di seleksi SNBP 2024 yang dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @masukptn:
Prinsip Seleksi SNBP 2024
1. Mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas secara akademik menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya
Prinsip yang pertama dari SNBP 2024 adalah calon mahasiswa baru berkualitas secara akademik dilihat dari nilai rapor dan prestasi lainnya akan diperoleh melalui seleksi ini.
Sehingga perolehan calon mahasiswa baru ini tidak hanya dengan seleksi nilai rapor saja.
2. Memperhitungkan rekam jejak kinerja sekolah
Panitia SNBP 2024 tentunya menyeleksi siswa eligible tidak hanya dengan rapor, tapi juga berdasarkan rekam jejak kinerja sekolah.
Sehingga siswa eligible belum tentu langsung lolos dari rapor dan prestasi saja, tapi dilihat sekolahnya juga.
3. Memperhitungkan lintas jurusan
Terkadang ada siswa eligible yang mendaftarkan diri lintas jurusan. Misalnya sekolah jurusan IPA, tapi memilih prodi IPS atau sebaliknya.
Lintas jurusan ini juga akan diperhitungkan atau dipertimbangkan oleh panitia SNBP 2024.
4. Menggunakan Kriteria Seleksi Nasional dan ditetapkan oleh PTN
Prinsip yang keempat adalah SNBP 2024 menggunakan kriteria seleksi nasional dan ketentuan lain.
Adapun kriteria yang telah ditetapkan oleh masing-masing PTN dalam seleksi SNBP 2024.
Sehingga setiap siswa eligible akan diseleksi berdasarkan kriteria seleksi nasional dan yang ditetapkan oleh masing-masing PTN.
Nantinya penilaian dengan kriteria berdasarkan masing-masing PTN ini akan adil, transparan, dan dapat diperhitungkan.
Itulah prinsip seleksi SNBP 2024 yang membuat siswa eligible belum tentu lolos. Semoga bermanfaat.***

Share this article
Berikut ini adalah empat prinsip seleksi SNBP 2024 yang membuat siswa eligible belum tentu lolos, salah satunya rekam jejak sekolah.