AYOJAKARTA.COM – Seseorang yang hidup dengan gangguan identitas disosiatif (Dissociative Identity Disorder – DID) berarti dia mungkin mengalami pergeseran di antara setidaknya 2 kondisi identitas yang berbeda, atau kepribadian.
Sebelumnya, gangguan ini dikenal sebagai kepribadian ganda, namun gangguan identitas disosiatif bukanlah gangguan kepribadian ganda.
Kurangnya pemahaman tentang apa yang sebenarnya terjadi gangguan identitas disosiatif ini menyebabkan munculnya banyak mitos dan kekeliruan tentang kondisi ini.
Misalnya adalah:
- Mitos: DID tidak nyata.
- Mitos: DID jarang terjadi, dan banyak orang yang memalsukan kondisinya.
- Mitos: Setidaknya satu identitas alternatif adalah kekerasan.
- Mitos: DID hanyalah bentuk gangguan kepribadian ambang yang parah.
- Mitos: Kondisi ini tidak dapat dengan mudah didiagnosis atau diobati.
Berbagai mitos ini dan stigma yang ditimbulkan dapat menyulitkan penderitanya untuk mencari bantuan jika gejala-gejala yang dialaminya muncul.
Apa yang dimaksud gangguan identitas disosiatif?
Gangguan identitas disosiatif, yang seringkali muncul setelah trauma, dapat melibatkan:
- Gangguan dalam proses yang berkaitan dengan memori, identitas, dan persepsi
- Keterputusan dan pelepasan emosional
- Terputusnya hubungan dengan realitas dan lingkungan sekitar
- Hampir semua orang pernah mengalami disosiasi - misalnya, ketika Anda melamun atau melamun saat mengemudi.
Akan tetapi, disosiasi yang terjadi pada kondisi kesehatan mental ini bersifat menetap dan menyebabkan tekanan.
DID adalah hal yang unik, yang melibatkan pergeseran antara setidaknya 2 identitas yang berbeda dan seringkali lebih berbeda dan terpisah.
Baca Juga: 7 Tanda Kamu Sudah Siap Untuk Menikah, Manakah yang Ada Dalam Dirimu?
Pergeseran ini umumnya terjadi sebagai respon terhadap beberapa jenis ancaman atau tekanan yang dirasakan.
Gejala-gejala gangguan identitas disosiatif
Meskipun DID terutama dikenali dari adanya identitas alternatif, atau kondisi kepribadian, DID juga melibatkan gejala-gejala lain.
Seperti kondisi kesehatan mental lainnya, tidak semua orang dengan DID mengalami gejala yang sama atau indikasi yang sama.
Secara umum, gejala utama DID adalah:
- Amnesia disosiatif, atau kesulitan mengingat informasi pribadi atau fakta tentang kehidupan Anda
- Keadaan fugue disosiatif, atau pengalaman di mana Anda bepergian atau mengembara tanpa ingatan tentang apa yang terjadi
Baca Juga: Hasil Sidang Isbat Sudah Keluar, Ramadan 1445 H Jatuh Pada Tanggal 12 Maret 2024
- Ruang kosong dalam ingatan Anda, termasuk ketidakmampuan untuk mengingat peristiwa-peristiwa penting dari masa kecil atau kehidupan dewasa
- Ingatan yang tiba-tiba hilang dalam ingatan baru-baru ini (seperti apa yang Anda lakukan kemarin) atau keterampilan (dari menulis hingga membuat kopi)
- Rasa depersonalisasi, atau melihat diri Anda dari luar
- Perasaan bahwa tubuh Anda memiliki ukuran atau bentuk yang berbeda
- Ingatan yang samar-samar dan seperti mimpi tentang pengalaman
- Merasa seolah-olah tubuh, pikiran, atau perasaan Anda bukan milik Anda dan Anda tidak dapat mengendalikannya
- Perubahan yang nyata dalam berbicara, perilaku, dan preferensi pribadi
Tidak semua orang dengan DID mengenali tanda-tanda pada diri mereka sendiri. Bahkan, jika kamu sendiri mengalaminya, mungkin tidak menyadari adanya identitas yang berbeda.
Perilaku yang tidak biasa atau baru
Kamu tiba-tiba menyadari bahwa kamu mengenakan pakaian yang sangat kamu tidak sukai.
Kamu kembali mengingat-ingat kejadian di pagi hari untuk mencari tahu alasannya dan menyadari bahwa pikiran kamu benar-benar kosong: kamu tidak menyadari apa yang telah kamu lakukan sepanjang hari.
Melihat sekeliling rumahmu, dan menyadari bahwa rumahmu jauh lebih bersih daripada saat kamu tidur malam sebelumnya.
Kamu tinggal sendirian, jadi kamu satu-satunya orang yang mungkin melakukan kegiatan bersih-bersih, tetapi kamu tidak dapat mengingatnya.
Baca Juga: Siapa Saja yang Bisa Dapat KUR BRI 2024? Simak 9 Kriteria Utama Ini!
Kriteria untuk gangguan identitas disosiatif
Sebagian besar, meski tidak semua, orang yang memenuhi kriteria DID sering kali hidup dengan kondisi kesehatan mental atau gejala trauma dan tekanan.
Beberapa hal tersebut meliputi:
- Kecemasan
- Depresi
- Gangguan penggunaan zat
- Gangguan stres pasca trauma
- Gangguan obsesif-kompulsif
- Masalah tidur
- Gangguan kepribadian
- Gangguan makan
- Pikiran untuk bunuh diri
- Riwayat melukai diri sendiri
Tidak semua ahli kesehatan mental mengenali tanda-tanda DID dan beberapa orang mempertanyakan keberadaannya.
Ini berarti bahwa banyak orang dengan kondisi DID hidup dengan kondisi tersebut selama bertahun-tahun sebelum menerima diagnosis yang benar.***

Share this article
Apakah gangguan identitas disosiatif sama dengan kepribadian ganda? Simak penjelasannya berikut agar kamu bisa lebih paham.