AYOJAKARTA.COM -- Rangkaian ibadah haji menuntut kondisi fisik prima di tengah terik Arab Saudi dan padatnya jadwal.
Calon jemaah haji pun wajib menjaga kesehatan sejak dini agar tetap kuat hingga puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Wakil Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Yuni Anisa W., Sp.PD, mengingatkan agar seluruh calon jemaah haji untuk tidak berlebihan dalam melaksanakan ibadah sunnah di awal kedatangan.
"Fokuskan energi untuk puncak ibadah di Armuzna. Kondisi tubuh saat itu harus benar-benar terjaga," tegasnya saat diitemui di KKHI Madinah pada Jumat (2/5).
Baca Juga: Jemaah Haji Jakarta Terbang Perdana, Sekitar 18 Kloter Mulai Masuk Asrama Haji Hari Ini
dr. Yuni pun berbagai 7 kiat atau tips kesehatan esensial yang wajib diperhatikan calon jemaah haji demi kelancaran ibadah, berikut di antaranya:
1. Prioritaskan Istirahat yang Cukup
Hindari memaksakan diri mengikuti seluruh kegiatan. Alokasikan energi untuk momen inti ibadah haji.
2. Rutin Minum Air Setiap Jam
Idealnya konsumsi minimal 200 cc air per jam. Utamakan air putih atau larutan elektrolit seperti oralit atau campuran gula-garam untuk mencegah dehidrasi.
3. Jaga Asupan Nutrisi Tepat Waktu
Jangan sampai melewatkan waktu makan. Sarapan pagi penting dan tidak boleh ditunda hingga larut malam.
4. Hindari Paparan Rokok dan Asap Rokok
Upaya ini krusial untuk mencegah iritasi pada saluran pernapasan. Jauhi juga perokok di sekitar Anda.
5. Lindungi Diri dari Sengatan Panas
Payung, topi lebar, lip balm ber-SPF, pelembap wajah, dan kacamata hitam adalah perlengkapan wajib saat beraktivitas di luar ruangan.
6. Manfaatkan Masker Kain Basah
Masker yang dibasahi dapat membantu menjaga kelembapan mukosa hidung, mencegah mimisan, dan memberikan efek sejuk pada tubuh. Semprotkan air dingin secara berkala untuk menjaga kelembapannya.
7. Konsumsi Obat Teratur Sesuai Resep Dokter
Bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi dan diabetes, jangan pernah lupa atau sengaja menunda minum obat harian yang telah diresepkan.
Dr. Yuni menjelaskan bahwa kombinasi antara dehidrasi, kelelahan, dan paparan suhu panas ekstrem dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan serius seperti pingsan, disorientasi, infeksi saluran pernapasan, hingga gangguan jantung dan paru.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar seluruh jemaah tidak meremehkan saran medis dan senantiasa menjaga keseimbangan antara aktivitas ibadah dan kesehatan fisik.
"Ibadah haji bukanlah kompetisi fisik. Kekuatan sesungguhnya terletak pada kesiapan mental dan fisik saat berada di Armuzna," pungkas dr. Yuni.

Share this article
Calon jemaah haji wajib menjaga kesehatan sejak dini agar tetap kuat hingga puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).