AYOJAKARTA.COM - Video musik terbaru BLACKPINK berjudul “JUMP”, yang dirilis pada 11 Juli 2025, langsung menyita perhatian publik.
Namun bukan hanya karena comeback mereka setelah lebih dari 1.000 hari vakum sebagai grup, melainkan juga karena kontroversi yang menyertainya.
Banyak penggemar menyuarakan kekecewaan karena merasa hasil akhir video ini tidak sesuai dengan standar tinggi BLACKPINK.
Kritik paling tajam mengarah pada visual MV yang dianggap tidak natural, minim koreografi, dan terlalu mengandalkan efek digital. Spekulasi pun merebak bahwa video tersebut mungkin dibuat menggunakan teknologi AI generatif.
Sejak teaser pertama dirilis, sudah ada dugaan bahwa ekspresi karakter yang kaku, distorsi ruang, hingga transisi suara yang tidak halus menunjukkan campur tangan AI.
YG Entertainment sebagai agensi belum memberikan tanggapan lewat video behind the scene dari pembuatan MV “JUMP” dirilis ke publik melalui akun X resmi BLACKPINK pada Selasa, 15 Juli 2025.
Rekaman ini menunjukkan bahwa syuting dilakukan dengan properti fisik, kru produksi nyata, dan keterlibatan langsung para anggota BLACKPINK, termasuk di set lokasi yang otentik.
Beberapa penggemar menyambut video ini sebagai bukti bahwa MV tersebut dibuat secara tradisional tanpa bantuan AI. Mereka menilai kritik sebelumnya berasal dari kesalahpahaman visual dan ekspektasi yang terlalu tinggi.
Namun sebagian lainnya masih meragukan keaslian video, menyatakan bahwa pengaruh AI tetap terlihat pada beberapa bagian visual. Terlepas dari perdebatan tersebut, MV “JUMP” tetap sukses secara komersial.
Lagu ini mendominasi tangga lagu Korea seperti Naver dan VIBE, serta mencatat 27 juta penayangan dalam 24 jam di YouTube.
Di Tiongkok, lagu ini meraih sertifikasi platinum dari QQ Music, dan di Jepang menempati posisi No.1 di AWA Hot Trending Songs.
Baca Juga: Tata Cara Daftar Ulang Sekolah Dinas Politeknik Transportasi Darat Bali, Deadline 18 Juli 2025!
BLACKPINK juga memulai era baru dengan menggandeng The Orchard sebagai mitra distribusi global mereka, menggantikan Interscope Records.
Di tengah tur dunia “DEADLINE” yang mencakup 16 kota besar, grup ini kembali membuktikan eksistensinya di panggung musik internasional.
Meski menuai kritik, “JUMP” tetap menjadi bukti bahwa BLACKPINK adalah fenomena global yang selalu mengundang perhatian, baik karena prestasi maupun kontroversinya.***

Share this article
MV “JUMP” BLACKPINK dituding pakai AI, tapi video behind the scene ungkap proses syuting nyata tanpa teknologi AI.