JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Pentas tahunan Dance Academy bertajuk "Destination House" yang digagas sekolah non formal bidang seni tari balet, Namarina segera dimulai di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2019).
Pelatih ballet Namarina, Dinar Karina Kelan mengatakan, mendekati pentas, frekuensi latihannya ditambah dari biasa hanya satu kali selama satu jam dalam sepekan.
"Biasanya latihannya hari Minggu pagi pukul 10.00 WIB untuk balet klasik, tari modern pukul 11.00 WIB. Kita sudah melakukan latihan ini kurang lebih mungkin empat bulan," ujar Dinar kepada Ayojakarta di kawasan Gandaria, Minggu (8/12/2019).
Miss Dinar, begitu ia biasa disapa anak-anak asuhnya, mengajar kelas untuk orang dewasa yang baru belajar balet. Meski ada juga muridnya yang sudah belajar semenjak anak-anak.
Dalam pentas ini kelas balet untuk dewasa akan membawakan dua tarian. Tiap tarian masing-masing berdurasi empat menit. Pertama yakni balet klasik lanjut tari modern dengan instrumen jazz.
Dinar menjelaskan, balet klasik dan tari modern masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Secara teknik, balet klasik lebih sulit dibandingkan tari modern karena membutuhkan kelenturan tubuh dalam gerakannya.
"Balet klasik banyak sekali pakemnya harus begitu dan itu tidak mudah melakukan gerakannya apalagi orang dewasa kelenturannya tidak seperti yang muda," ucap Dinar.
Sedangkan untuk tari modern akan dibawakan lebih luwes dan bebas.
"Bisa dilihat sendiri lebih enjoy mereka karena memang ekspresinya lebih bebas. Gerakan tari modern tidak sesulit balet klasik. Tapi tetap mereka harus menghapal tariannya," tuturnya.
Pertunjukan dimulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Acara ini didukung oleh 370 penari dari berbagai usia. Kelas balet Namarina diperuntukkan mulai usia 10 tahun hingga 50 tahun.

Share this article
Dalam pentas ini kelas balet untuk dewasa akan membawakan dua tarian. Tiap tarian masing-masing berdurasi empat menit. Pertama yakni balet klasik lanjut tari modern dengan instrumen jazz.