JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Setelah sukses merilis single, akhirnya Marion Jola mengeluarkan album bertajuk Marion pada Agustus lalu.
Penyanyi yang akrab disapa Lala itu mengaku mendapat banyak ilmu selama menggarap album perdananya itu.
"Momen favorit (saat membuat album) lebih ambil ilmunya sih. Karena aku banyak belajar soal composing sama recording dari kakak-kakak produser," kata Marion Jola di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Marion Jola mengungkapkan semua lagu di albumnya itu memiliki cerita sendiri-sendiri saat proses rekaman. Salah satunya, single berbahasa Inggris, Sin.
Selama proses rekaman lagu tersebut, Marion Jola mengaku sempat merasa kesulitan sampai menangis. Sebab, kala itu sang produser, Nino Kayam, membanding-bandingkan dirinya dengan Brisia Jodie.
"Aku ada cerita lucu waktu rekaman lagu Sin. Jadi di Nino manas-manasin aku pas recording lagu favorit aku, Sin. Ada satu bagian yang aku sulit banget ucapin pronounciation-nya. Terus, dia (Nino) pasang fotonya (Brisia) Jodie di depan aku," ujar penyanyi 19 tahun itu.
"Di situ aku nangis, karena aku enggak bisa punya saingan. Apalagi kita lahir dari 'ibu' yang sama kan. Terus Nino malah bilang, 'Jodie pasti bisa nih nyanyi bagian ini'. Aku kan jadi makin sedih," jelas Marion Jola.
Marion Jola dan Brisia Jodie merupakan penyanyi yang memulai karier di ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Brisia Jodie adalah finalis Indonesian Idol 2017, sedangkan Marion Jola di tahun 2018.
Meski tak masuk dalam jajaran tiga besar, kedua penyanyi ini terbilang sukses meraih popularitas di industri musik Tanah Air. Bahkan, Marion Jola telah mendapat penghargaan Mnet Asian Music Award di Korea pada awal tahun ini.

Share this article
Marion Jola mengungkapkan semua lagu di albumnya itu memiliki cerita sendiri-sendiri saat proses rekaman.