AYOJAKARTA.COM - Nama Kartika Sari Dewi Soekarno, istri keenam Presiden pertama Republik Indonesia, kembali jadi sorotan publik setelah unggahannya di media sosial menimbulkan tanda tanya besar.
Dalam foto yang ia bagikan pada Selasa (16/9/2025), wanita yang lebih dikenal dengan nama Kartika Sari Dewi Soekarno itu terlihat berbaring tenang di dalam peti mati berwarna hijau.
Matanya tertutup, wajahnya damai, sehingga banyak warganet menduga ia benar-benar meninggal dunia. Namun, dugaan itu segera terbantahkan.
Baca Juga: Erick Thohir Digeser jadi Menpora, Kursi Menteri BUMN Kosong, Siapa Penggantinya?
Dewi Soekarno ternyata sedang mengikuti sebuah pameran seni unik bertajuk “Pemakaman dalam Kehidupan” yang digelar di Ariake GYM-EX, Jepang, pada 10 September 2025.
Pameran tersebut menjadi bagian dari “11th Ending Industrial Exhibition”, sebuah acara yang mengajak pengunjung merenungkan makna kematian, warisan hidup, hingga nilai kebajikan yang ditinggalkan manusia.
Dalam acara tersebut, peti mati hijau Dewi Soekarno dibawa empat pria asing yang gagah. Bahkan, desain bagian dalam peti turut dihiasi elemen personal, termasuk sentuhan dari hewan peliharaan kesayangannya.
Tidak hanya itu, pameran semakin istimewa karena menampilkan “AI Dewi Soekarno” yang menggambarkan perjalanan hidupnya.
Baca Juga: Berusia 76 Tahun, Profil Djamari Chaniago Menko Polkam Indonesia yang Sempat Menjadi Bagian DKP
Sejumlah tokoh publik Jepang pun hadir memberikan penghormatan, termasuk Uno Kanda dan Haruna Ai, yang menyanjung Dewi sebagai sosok yang penuh cinta, keberanian, serta dedikasi besar pada kerja-kerja amal.
Melalui akun Instagramnya, Dewi Soekarno mengungkapkan makna mendalam dari pengalaman tersebut. Menurutnya, ada dua hal yang tidak bisa dipilih manusia: nama dari orang tua dan pemakamannya sendiri.
Ia juga mengingat kembali ketakutannya semasa kecil saat mendengar pesawat tempur B-29, namun kemudian bangkit dengan tekad untuk bersinar dalam hidup.
“Hal terpenting dalam hidup adalah punya tujuan dan misi. Sisanya hanya usaha, usaha, dan usaha. Mimpi tidak untuk dilihat, tetapi untuk direbut,” tulisnya.
Baca Juga: Program Magang Fresh Graduate akan Dimulai Bulan Depan, Mekanisme Teknis Sedang Dimatangkan
Meski usianya kini tidak muda lagi, Dewi Soekarno tetap aktif berkegiatan publik. Setelah era Presiden Soekarno berakhir, ia memilih kembali ke Jepang dan menjalani hidup tanpa pernah menikah lagi.
Hingga kini, ia masih sering berbagi pandangan mengenai warisan Bung Karno maupun isu-isu kontemporer. Momen pemakaman simbolis ini tidak hanya menghebohkan publik, tetapi juga menunjukkan sisi reflektif dari sosok Dewi Soekarno.
Ia seakan ingin menegaskan bahwa kematian bukan akhir, melainkan momentum untuk menilai kembali arti kehidupan, tujuan, dan kontribusi yang telah diberikan kepada dunia.***
Share this article
Kartika Sari Dewi Soekarno gelar “pemakaman hidup” di Jepang. Wajahnya dalam peti hijau bikin heboh netizen, namun ternyata bagian dari pameran seni reflektif soal hidup dan kematian.