AYOJAKARTA.COM – Dalam banyak literasi dijelaskan, bahwa dunia ini adalah sebuah tempat yang dipenuhi dengan getaran dan frekuensi serta energi.
Setiap benda dan materi yang ada di sekitar, disadari atau tidak memancarkan satu getaran maupun frekuensi tersendiri.
Dengan getaran yang tidak kasat mata itulah setiap manusia kemudian berinteraksi, dan mendapat respon atau tanggapan dari alam semesta hingga menjadi realita.
Jika getaran dan frekuensi yang dihadirkan seseorang adalah getaran positif, maka alam semesta akan meresponnya juga dengan positif.
Karena hubungan manusia dengan alam semesta bersifat saling memberi dan menerima, maka setiap peristiwa dalam hidup erat kaitannya dengan individu.
Seseorang yang telah menyadari pentingnya memiliki rasa cinta terhadap diri sendiri, akan memiliki keseimbangan sebagai individu pribadi dan makhluk sosial.
Sebab rasa cinta terhadap diri sendiri lahir dari penerimaan terhadap situasi saat ini, serta keinginan untuk bisa melebarkan rasa cinta.
Dengan bekal mencintai diri sendiri dan kesadaran untuk menjadi lebih baik dan positif, seseorang akan memancarkan getaran sehingga menciptakan realitas positif.
Baca Juga: 5 Ciri Kamu adalah Sosok yang Positive Vibes, Aura Karakter Positif Bikin Nyaman Banyak Orang
Konsep dan gagasan hubungan semacam ini, dalam banyak istilah disebut sebagai Hukum Getaran tarik menarik atau Law of Vibration.
Karena alasan tersebut, maka setiap individu perlu untuk memperjuangkan adanya perasaan, pikiran serta tindakan yang positif.
Perasaan yang bahagia, rasa cinta, dan sesuatu yang menyenangkan adalah salah satu bentuk dari vibrasi positif yang memiliki getaran tinggi.
Sebaliknya, rasa benci, amarah, dan kesedihan merupakan bentuk vibrasi negatif yang memiliki getaran rendah.
Orang yang bahagia akan memancarkan getaran positif dan dikembalikan alam semesta menjadi kebahagiaan, sehingga sirkulasi hidup terus dipenuhi kebahagiaan.
Namun ada kalanya seseorang terjebak dalam situasi yang dipenuhi dengan getaran negatif dan terus berdampak merusak rotasi hidup.
Disadari atau tidak, sering kali seseorang memberikan racun kepada orang lain melalui perkataan atau bahkan tindakan karena getarannya.
Agar dapat mengembalikan getaran negatif menjadi positif, langkah yang harus ditempuh adalah dengan berusaha mengubah kondisi emosi serta cara berpikir.
Dengan memperbaiki kondisi emosi dan perubahan cara berpikir, seseorang akan mampu melihat segala hal dengan lebih berbeda dan lebih jernih.
Berbekal kejernihan tersebut, maka getaran dalam diri seseorang akan mulai berubah dan tidak lagi menjadi pembawa hal buruk bagi orang lain.
Menjadi pribadi yang baik bukan saja dengan selalu menunjukkan kebaikan, tetapi dapat dilakukan dengan mulai belajar mencintai diri sendiri.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Selasa, 1 Agustus 2023 dari kanal Youtube Si Kutu Buku.

Share this article
Konsep dan gagasan hubungan semacam ini, dalam banyak istilah disebut sebagai Hukum Getaran tarik menarik atau Law of Vibration.