AYOJAKARTA.COM -- Kasus video asusila yang diduga mirip Rebecca Klopper saat ini memang tengah menjadi perbincangan publik.
Rebecca Klopper bahkan dilaporkan oleh ALMI atas viralnya video asusila yang diduga mirip dirinya tersebut.
Kendati demikian, tak sedikit warganet yang menyebut bahwa Rebecca Klopper adalah korban dalam kasus ini.
Termasuk Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (LBH HKTI) yang menyebut bahwa pacar Fadly Faisal ini adalah korban.
"RK ini adalah korban. Bahkan patut diduga bahwa video yang beredar ini sangat janggal," kata Jaenudin wakil dari LBH HKTI yang dikutip dari YouTube Was Was pada Kamis, 26 Mei 2023.
Menurut wakil dari LBH HKTI, Jaenuddin ada kejanggalan dalam video yang viral tersebut.
Berdasarkan dugaannya, Jaenuddin menduga bahwa wanita dalam video yang tersebar itu sedang dalam pengaruh minuman atau dalam tekanan.
“Masa lagi happy-happy dia tidak mau melihat atau apa. Bisa saja indikasinya ini diduga pengaruh obat atau minuman ataupun dia dalam tekanan. Dan yang perlu ditekankan adalah siapa sih pembuat sebenarnya yang belum diketahui,” ujarnya.
Untuk itu, Jaenuddin dan tim mendatangi Mabes Polri untuk memberikan dukungan dan atensinya kepada pacar Fadly Faisal tersebut.
Bahkan Jaenuddin juga berencana akan melaporkan kepada Kominfo yang mana saat ini kebetulan Prof. Mahfud MD ditunjuk menjadi Plt Menkominfo setelah Johnny G Plate ditetapkan sebagai tersangka.
“Jadi ada kemungkinan kita akan membuat laporan jejaring sosial itu sendiri dan kita juga akan bersurat ke Kominfo yang kebetulan saat ini dijabat oleh Plt Prof.Mahfud,” katanya.
Mengingat Prof. Mahfud MD merupakan salah satu tokoh yang paling vokal dalam penegakan hukum, Jaenuddin berharap agar Mahfud MD dapat mendengar laporannya itu.
Bila perlu ia menginginkan agar jejaring sosial yang menyebar luaskan tindak asusila dapat diblokir.
Sebab hal seperti ini sudah sangat meresahkan dan menjadi masalah lama yang belum terselesaikan sejak dulu.
“Dan beliau konsen sekali dengan permasalahan hukum dan semoga hal ini pun didengar yah oleh Prof. Mahfud agar ditindak lanjuti, bila perlu ditutup atau diblokir jejaring sosial ini karena ini sudah sangat meresahkan sudah sejak lama dan tidak ada langkah-langkah yang real dan jelas Kominfo terhadap jejaring sosial ini,” ujarnya.***(Linda Wati)

Share this article
Kendati demikian, tak sedikit warganet yang menyebut bahwa Rebecca Klopper adalah korban dalam kasus ini.