RUSIA, AYOJAKARTA.COM -- Serangan Rusia ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu membuat semua mata dunia tertuju pada sosok yang bernama Vladimir Vladimirovich Putin.
Banyak orang penasaran sekaligus mengutuk sikap dan tindakan dari Presiden Rusia ini.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa dia "memutuskan untuk melakukan operasi militer khusus."
Putin mengklaim operasi itu untuk "melindungi orang-orang yang menjadi sasaran intimidasi dan genosida ... selama delapan tahun terakhir" atau sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea.
Atas keputusan Putin mata dunia menjadi ingin tahun siapa sosok Putin dan bagaimana kehidupannya yang misterius karena tak banyak disorot publik.
Melansir dari Deutsche Welle melalui Republika-jaringan Ayojakarta.com, Jumat (4/3/2022) banyak publik mencari informasi mengenai mantan agen rahasia di era Uni Soviet (KGB) ini.
Situs resmi Presiden Rusia mencatat Vladimir Vladimirovich Putin lahir pada 7 Oktober 1952 di Leningrad, kota yang sekarang bernama Saint Petersburg.
Baca Juga: Vladimir Putin Akui Rusia Kekurangan APD untuk Lawan Covid-19
Ayahnya bernama Vladimir Spiridonovich Putin yang diketahui seorang ateis adalah seorang petugas keamanan di Angkatan Laut Soviet dan ibunya bernama Maria Shelomova merupakan penganut Kristen Ortodoks.
Putin sendiri sering terlihat mengikuti sejumlah proses ibadah bersama umat Kristen Ortodoks. Namun perihal agamanya, tak ada yang mengonfirmasikan hal tersebut.
Putin mengaku masa kecilnya begitu sederhana. Ia memakan makanan orang Rusia pada umumnya, seperti sup kubis, panekuk, dan irisan daging.
Pada hari libur, ibunya akan memasak makanan khas Rusia, Pirozhki, yaitu roti isi kubis, daging, dan kue tar Vatrushki.
Vladimir Putin pernah menekuni olahraga Judo meski tidak disetujui ibunya. Namun, sikap Shelomova berubah ketika pelatih Putin datang berkunjung untuk memberitahu pencapaian anaknya tersebut.
Semasa remaja, Putin juga gemar membaca novel bertema agen rahasia dan intelijen. Ia memiliki hobi berburu, mendaki gunung, memancing, berkuda, dan bermain hoki.
Soal pendidikan, Putin mendalami ilmu hukum di Universitas Leningrad tahun 1970-1975 dan melanjutkan ke Sekolah KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) di Moskow.
Baca Juga: Serangan Rusia ke Ukraina, Begini Kata Guru Besar Hukum Internasional UI
"Bahkan sebelum saya selesai SMA, saya selalu ingin kerja jadi intelijen," kata Putin yang sempat bercita-cita jadi pelaut dan pilot.
KGB adalah badan intelijen Uni Soviet, kurang lebih setara CIA (Central Intelligence Agency) di Amerika Serikat atau Stasi (Staatssicherheitsdienst) di Jerman Timur. Uniknya, Putin diketahui pernah menjadi intel KGB sekaligus Stasi, dua negara yang sama-sama komunis (yang sudah bubar).
Tahun 1976, Putin meraih pangkat Letnan Pertama. Tugasnya di KGB saat itu fokus pada kontra intelijen dan memantau warga negara asing.
Setelah menjalani pelatihan di Andropov Red Banner Institute di Moskow dan telah fasih berbahasa Jerman, Putin ditugaskan ke Dresden (yang saat itu masuk Jerman Timur) berkedok sebagai penerjemah selama lima tahun, dari 1985 hingga 1990.
Diduga pada saat ditugaskan di Dresden itulah Putin memiliki kartu identitas Stasi yang ditemukan dalam kondisi terpelihara baik.
Laporan yang dikutip dari berbagai sumber menyebut dengan kartu itu, Putin dapat mengakses berbagai fasilitas Stasi, tetapi tidak bisa melakukan tugas mata-mata untuk lembaga tersebut.
Akses Putin diperbarui setiap tiga bulan sekali. Tak jelas mengapa Putin meninggalkan kartu itu di Dresden, tetapi melalui sebuah pernyataan resmi Badan Arsip Stasi (BStU), Putin 'menerima kartu itu sehingga dia bisa menjalankan tugas KGB dengan kerja sama Stasi'.
Kemungkinan, KGB dan Stasi memang bermitra sehingga bisa ada pertukaran kartu identitas semacam yang dipunyai Putin kala itu.
Baca Juga: Kian Populer, Ini Sinopsis Serial Komedi yang Dibintangi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Buku biografi Putin berjudul 'Mr Putin' yang ditulis Fiona Hill dan Cliff Gaddy berspekulasi bahwa misinya saat itu di Dresden adalah merekrut para pejabat top Stasi dan Partai Komunis Jerman Timur, mencuri rahasia teknologi, memantau warga negara asing yang berkunjung, atau melakukan kunjungan penyamaran ke Jerman Barat.
Sedangkan menurut putin.kremlin.ru, selama bertugas di Dresden, Putin dinaikkan pangkatnya menjadi Letnan Kolonel dan dipromosikan ke posisi Asisten Senior untuk Kepala Departemen.
Tahun 1989, Putin meraih medali perunggu dari Republik Demokratik Jerman, untuk Kesetiaan Pengabdian bagi Tentara Rakyat Nasional.
Tahun 1991, tiba saatnya Putin mengundurkan diri dari KBG dan memulai karier politiknya dengan bekerja di Balai Kota Saint Petersburg sebagai staf Wali Kota Anatoly Sobchak.
Karier politiknya semakin menanjak sebelum akhirnya dia ditunjuk menjadi Direktur FSB (Federálʹnaja Slúžba Bezopásnosti Rossíjskoj Federácii) - pengganti KGB - tahun 1998.
Sesaat setelah itu atau pada Desember 1999, Presiden Rusia Boris Yeltsin mengundurkan diri dan menunjuk Putin sebagai pejabat presiden sampai datangnya pemilihan umum resmi. Tahun 2000, Putin memenangkan pilpres dengan meraup 53 persen suara dan secara resmi menjabat Presiden Rusia.
Baca Juga: 13 Tentara Penjaga Perbatasan Ukraina Gugur, Ini Kalimat Terakhirnya
Mengutip laman Britannica, secara keseluruhan Putin menjabat perdana menteri pertama kali untuk periode 1999-2000.
Lalu menjadi presiden pada periode 2000-2008 dan kembali menjadi perdana menteri pada 2008-2012, serta kemudian sebagai presiden tahun 2012 hingga sekarang.
Tak tanggung-tanggung, pria berusia 69 tahun itu bahkan akan melanjutkan kepemimpinannya hingga tahun 2036, sampai usianya 83 tahun.
Namun ternyata tidak banyak informasi mengenai keluarga. Tahun 1980 awal, Putin bertemu Lyudmila Aleksandrovna Ocheretnaya di St Petersburg.
Ketika itu ada seseorang yang mengenalkan keduanya dan mereka pun merasa cocok hingga melangsungkan pernikahan pada 28 Juli 1983.
Meskipun pernah menjadi Ibu Negara Rusia, kehidupan pribadi Lyudmila jarang disorot media.
Baca Juga: Rusia Resmi Nyatakan Perang, 144 WNI Masih Berada di Ukraina
Sebelum menikah dengan Putin, dia pernah menjadi pramugari pada maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot. Lyudmila juga fasih berbicara bahasa Prancis, Jerman, dan Spanyol.
Presiden "Negara Beruang Merah" ini dikaruniai dua anak bernama Mariya Putina dan Yekaterina Putina. Keduanya tidak ada yang mengikuti jejak sang ayah di bidang politik.
Maria bekerja sebagai peneliti kesehatan yang bertugas di Moskow, sedangkan Katrina berprofesi sebagai penari.
Pernikahan Lyudmila dan Putin kandas pada 2013. Perceraian mereka secara resmi ditetapkan pada 2014. Usai bercerai, tidak ada kabar pasti mengenai pasangan baru Putin.

Share this article
Semasa remaja, Putin juga gemar membaca novel bertema agen rahasia dan intelijen. Ia memiliki hobi berburu, mendaki gunung, memancing,