TEBET, AYOJAKARTA - Minggu (15/8/2021) lalu, Taliban berhasil mengambil alih Afganistan. Ketakutan mulai mencengkeram orang-orang Afganistan karena ingat betul bagaimana Taliban memimpin negara itu sebelum 2001.
Meskipun sekarang Taliban bersumpah akan memperhatikan hak-hak perempuan, bukan berarti warga Afganistan bisa tenang dipimpin oleh Taliban.
Dilansir dari indiatoday.in, Kamis (26/8/2021) berikut ini alasan mengapa warga Afganistan belum mempercayai Taliban:
1. Pemburuan dari pintu ke pintu
Beberapa hari setelah Taliban berkuasa, ada laporan yang mengatakan Taliban melancarkan pemburuan dari pintu ke pintu yang menargetkan warga Afganistan yang bekerja untuk pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) atau pemerintah Afganistan yang digulingkan.
2. Terikat dengan 'cap' teroris
Taliban juga berjanji tak akan membiarkan tanah Afganistan digunakan untuk serangan Internasional. Kendati demikian, mereka belum memutuskan hubungan dengan Al Qaeda, dikarenakan serangannya beberapa tahun silam terhadap Amerika Serikat yang kemudiam mendorong Washington untuk menyerang negara itu pada tahun 2001, serta kelompok-kelompok militan lainnya termasuk di negara Pakistan. Pakar independen PBB melaporkan kepada Dewan Keamanan, keberadaan Al Qaeda setidaknya terdapat di 15 dari 34 provinsi Afganistan.
Salah satu pemimpin tertinggi Taliban, Sirajuddin Haqqani, yakni kepala jaringan militan Haqqani ditetapkan sebagai teroris global oleh Amerika Serikat dan negara paman Sam itu menawarkan 5 Juta Dolar US untuk informasi yang mengarah kepada penangkapan Haqqani.
Selain kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda, pesan ucapan selamat kepada Taliban yang telah menguasai Afganistan juga datang dari Al Shabaab Somalia, kelompok Palestina Hamas, dan Jihad Islam.
3. Hak perempuan dibatasi
Setelah merebut kembali Afganistan, Taliban terlihat merusak salon-salon di Afganistan. Meski dalam konferensi persnya mengatakan, mereka akan memperhatikan hak-hak perempuan.
4. Eksekusi yang ditargetkan
Kepala hak asasi manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan dia telah menerima laporan yang kredibel tentang pelanggaran serius oleh Taliban di Afganistan, termasuk 'eksekusi singkat' terhadap warga sipil dan pasukan keamanan Afganistan yang telah menyerah.
5. Kejahatan terhadap minoritas
Meskipun Taliban menjanjikan pemerintahan yang inklusif dan moderat kali ini, Amnesti internasional mengatakan sembilan orang dari minoritas Hazara di Afganistan disiksa dan dibunuh oleh kelompok militan di provinsi Ghazni pada awal Juli.

Share this article
Meskipun sekarang Taliban bersumpah akan memperhatikan hak-hak perempuan, bukan berarti warga Afganistan bisa tenang dipimpin oleh Taliban.