SAWAH BESAR, AYOJAKARTA.COM – Kepala Badan Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, beserta jajaran mengunjungi Keuskupan Agung Jakarta di Gereja Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Jajaran BNPT disambut langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Ignatius Kardinal Suharyo.
Dalam kunjungan itu, Kepala BNPT didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis; Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol Budiono Sandi; dan Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol Eddy Hartono.
Rafli menjelaskan, kunjungan itu sebagai silaturahmi dan menjalin komunikasi BNPT dengan tokoh lintas agama. Kunjungan silaturahmi ini juga sebagai sarana membangun kesepahaman untuk terus semangat membangun kehidupan beragama, kehidupan bertoleransi dan mewujudkan kehidupan yang rukun.
AYO BACA : Dilantik, Enam Menteri Baru Jokowi Sah Menjabat
“Kita bersilaturahmi berkomunikasi dengan pemuka agama, BNPT juga sudah membentuk gugus pemuka agama kita inginkan adanya tukar menukar informasi, jika ada yang perlu kita diskusikan bersama sehingga tidak ada mispersepsi terkait isu radikal intoleran dan terorisme, semoga silaturahmi dan komunikasi ini bisa terus kita pelihara dalam membangun indonesia yang damai dan sejahtera,” ujar Rafli dikutip dari bnpt.go.id, Selasa (22/12/2020).
Kardinal Suharyo mengapresiasi tugas penuh risiko yang diemban BNPT. Doa-doa dan dukungan dari KAJ akan mengiringi perjuangan dalam mendidik masyarakat agar tidak terjerumus dalam pusara radikal intoleran maupun radikal terorisme. Dia juga menyampaikan upaya KAJ terkait isu-isu tersebut, yang berlandasan Dokumen Abu Dhabi yang kini menjadi pegangan pendidikan gereja.
“Di sini, kami menghaturkan 1 buku kepada BNPT yang judulnya dokumen Abu Dhabi, telah ditandatangani Imam Besar Al-Azhar dan Paus Fransiskus. Salah satu yang disebut di sana yang harus dilawan bersama-sama oleh siapapun adalah terorisme dalam bentuk apapun, khususnya terorisme yang menggunakan agama sebagai pembenaran, ini diterima oleh komunitas beragama internasional, dan dalam GKI ini menjadi pegangan pendidikan,” pungkasnya.
AYO BACA : KAI Tambah Layanan Rapid Test Antigen Rp105 ribu di Empat Stasiun Ini

Share this article
Rafli menjelaskan, kunjungan itu sebagai silaturahmi dan menjalin komunikasi BNPT dengan tokoh lintas agama. Kunjungan silaturahmi ini juga sebagai sarana membangun kesepahaman untuk terus semangat membangun kehidupan beragama, kehidupan bertoleransi dan mewujudkan kehidupan yang rukun.