GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GLBSI), Djonny Syafruddin memberikan kritik keras kepada Pemprov DKI Jakarta yang hanya memberikan 25% kapasitas penonton di bioslop. Diketahui, Pemprov DKI Jakarta membolehkan bioskop beroperasi pada PSBB Transisi fase II dengan berbagai catatan.
Menurut Djonny, pengelola bioskop menyambut baik izin pembukaan pengusaha film ini. Namun menurut dia pembuat film akan rugi karena pembatasan penonton ini.
"Sekarang pertanyaannya lagi itu kan yang punya film enggak mau 25% rugi dia," ujar Djonny saat dihubungi, Senin (12/10/2020).
AYO BACA : XXI Jakarta Sudah Ajukan Izin Operasional Bioskop
Menurutnya, jika masih tetap rugi ada kemungkinan pembuat film belum mau merilis karyanya di bioskop. Hal ini akan menjadi masalah buat pengelola bioskop dan pembuat filmnya.
"Kalau yang punya film enggak mau mainin di bioskop terus bioskop mau mainkan film siapa? Itu enggak bisa dipisah antara bioskop dan film," kata Djonny.
Karena itu, ia menilai hal ini perlu dibicarakan lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi. Pasalnya jika film tak ada yang mau diputar, malah jadi tak ada gunanya mengizinkan bioskop buka.
"Enggak penting ngomong yang lain lagi kalau enggak ada film mau apa bioskop ya kan," pungkasnya.
AYO BACA : Antisipasi Kemacetan Jalan Raya, KAI Atur Operasional Kereta dari Gambir

Share this article
Pasalnya jika film tak ada yang mau diputar, malah jadi tak ada gunanya mengizinkan bioskop buka.