JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membentuk Tim Tanggap COVID-19.
Hal ini dilakukan menyusul temuan dua orang yang positif terinfeksi virus Corona di Depok, Jawa Barat, berdekatan dengan Jakarta.
"Kita semua tentu waspada, kita semua melakukan yang terbaik, dan Pemprov DKI Jakarta akan selalu memberikan update secara transparan, secara apa adanya," kata Anies di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3/2020), dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta.
Tim Tanggap COVID-19 dipimpin oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemprov DKI, Catur Laswanto, yang beranggotakan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Kepala BPBD, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Biro Perekonomian.
Posko Tim Tanggap COVID-19 bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di Jalan Kesehatan Nomor 10, Gambir, Jakarta Pusat.
Gubernur Anies menyampaikan bahwa per siang tadi terdapat 21 orang terduga terinfeksi Corona masih dalam pemantauan, sementara 39 pasien masih dalam pengawasan.
Pemantauan ditujukan kepada orang yang memiliki riwayat infeksi dan suhu tubuh hangat. Selain itu, mereka yang baru pulang dari negara China, Singapura, atau Malaysia (atau negara-negara yang telah terinfeksi lainnya).
Pengawasan ditujukan kepada orang dalam pemantauan yang gejalanya bertambah dengan sesak napas. Apabila ada orang memiliki gejala tersebut, akan dibawa ke rumah sakit dan diisolasi. Pasien dalam pengawasan disebut "suspect".
Gubernur Anies turut menjelaskan langkah-langkah yang telah dikerjakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam rangka meminimalisir penyebaran COVID-19.
"Sejauh ini tim dari Dinas Kesehatan sudah melakukan penyelidikan, Epidemiologi, di mana setiap orang-orang yang dipantau dibentuk susunan pattern interaksinya. Siapa berkegiatan di mana, berinteraksi dengan siapa, kapan, dan yang lainnya. Pattern itu sudah ada. Untuk seluruh kasus yang dipantau seperti yang tadi saya sebutkan ada 136, seluruh patternnya itu sudah ada. Semua dilakukan dalam rangka meminimalisir potensi penularan COVID-19," papar Gubernur Anies.
Selain Posko Kesehatan, Pemprov DKI juga menyiagakan seluruh Fasilitas Kesehatan dan RSUD untuk merespons kejadian ini.
"Ambulans juga, apabila dibutuhkan," lanjut Gubernur Anies.
Anies juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan mandiri.
"Sekali lagi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, cuci tangan yang rutin. Perbanyak cuci tangan dalam event apapun. Bagi yang mengalami batuk, pilek, flu, etikanya dijaga dan gunakan masker untuk menjaga potensi penularan. Jangan anggap enteng, jika merasakan gejala lebih baik lapor, datang ke fasilitas kesehatan, daripada dianggap enteng tapi di kemudian hari ditemukan hal yang tidak diinginkan," tutur Anies.
Kepada seluruh masyarakat yang merasakan gejala atau menyaksikan ada orang yang menunjukkan gejala virus Corona, diminta segera melapor kepada Puskesmas terdekat atau hubungi Call Center 112 atau 119.

Share this article
Anies juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan mandiri.