JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Mayoritas pengungsi bencana banjir di DKI Jakarta telah kembali ke rumahnya pada tanggal 2 Januari 2020.
Akibat bencana banjir di awal tahun 2020, 36.445 warga Jakarta mengungsi di 247 titik pengungsian. Sedangkan per hari ini, titik pengungsian tersisa 7 lokasi di mana masih ada 690 orang yang mengungsi.
Data itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat menghadiri Rapat Kordinasi Tingkat Menteri (RTM) terkait penanganan bencana banjir DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).
Dalam rapat tersebut, Anies menekankan bahwa fokus pihaknya saat ini adalah penanganan secara komprehensif dan memastikan rehabilitasi berjalan dengan tuntas.
Dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Anies menegaskan bahwa tidak ada lagi pengungsi yang menetap 24 jam. Warga yang menggunakan lokasi pengungsian untuk singgah di sela aktivitas pembersihan sisa banjir di rumah masing-masing.
"Sejak hari ke-4 tidak lagi ada pengungsi yang 24 jam, tempat pengungsian itu lebih berfungsi sebagai tempat istirahat karena sesudah hari ke-3 air surut mereka pulang ke rumah membersihkan rumahnya, lalu makan dan istirahat di tempat pengungsian," ungkapnya.
Menko PMK, Muhadjir Effendy, memuji kesigapan Pemerintah Daerah (Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta) dalam menangani bencana banjir serta mitigasi pengungsi. Menurut Muhadji, penanganan bencana banjir yang terjadi antara 31 Desember 2019 - 1 Januari 2020 secara umum telah terlaksana sangat baik.

Share this article
Anies menekankan bahwa fokus pihaknya saat ini adalah penanganan secara komprehensif dan memastikan rehabilitasi berjalan dengan tuntas.