JAKARTA , AYOJAKARTA.COM -- Mendekati puncak musim hujan Januari 2020, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berpesan kepada BPBD dan Pemprov DKI Jakarta untuk serius mencegah banjir yang muncul setiap tahun.
Kepala BNPB, Doni Monardo, mengatakan, Ibu Kota Negara harus dijaga karena menjadi tempat objek vital nasional salah satunya Istana Negara.
Banjir masuk ke wilayah Istana Negara pernah terjadi di masa kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tepatnya Februari 2015. Dua tahun sebelumnya, banjir juga menyergap Istana Negara. Saat itu Presiden SBY masih menjabat dan Gubernur DKI-nya adalah Joko Widodo.
“Jangan sampai air (banjir) masuk ke Istana karena Istana merupakan simbol negara kita,” ujar Doni Monardo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/12/2019).
Menurutnya, BPBD DKI Jakarta harus mengambil langkah strategis. Selain koordinasi dan turun ke lapangan untuk pencegahan dan penanggulangan, juga dibutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. Ia menyarankan untuk mengoptimalkan konsep pentahelix yaitu konsep pembangunan di mana unsur akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media berkolaborasi.
Menurutnya, sebagai pemangku kewenangan daerah, BPBD dapat menggandeng peran media massa untuk pengganda informasi mitigasi dan mengupayakan fungsi komunitas serta pemangku tokoh religi dalam setiap kegiatan keagamaan.
"Sehingga ke depan, Jakarta lebih tangguh dalam menghadapi sejumlah potensi ancaman bencana," tambah mantan Danjen Kopassus itu.
Doni juga menyebutkan potensi bencana dari kegagalan teknologi dan human error sangat berpotensi terjadi mengingat banyaknya kawasan industri di kawasan Jabodetabek.
“Gagal teknologi bisa jadi ancaman terutama di wilayah barat kota Jakarta. Banyak sekali pabrik dan industri yang apabila terjadi kegagalan teknologi dapat menjadi potensi ancaman bagi Jakarta,” ungkap Doni.

Share this article
Doni juga menyebutkan potensi bencana dari kegagalan teknologi dan human error sangat berpotensi terjadi mengingat banyaknya kawasan industri di kawasan Jabodetabek.