JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Komisi A DPRD DKI Jakarta akan turun tangan menangani kasus puluhan pegawai honorer beredam dalam got kotor di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat.
Sebab, kronologi atau awal mula kejadian pada Selasa lalu (10/12/2019) itu masih simpang siur. Ada yang bilang kegiatan tersebut sebagai syarat untuk perpanjangan kontrak sekaligus sarana mengenalkan tugas dan pekerjaan mereka sebagai tenaga Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU).
Namun, ada juga yang menyebut bahwa kegiatan itu berawal dari keinginan para pegawai honorer sendiri yang merayakan keberhasilan mereka dalam tes perpanjangan kontrak kerja.
Ketua Komisi A DPRD DKI, Mujiono, mengatakan, Dewan akan memanggil pihak terkait, termasuk Lurah Jelambar, untuk melihat duduk perkara sebenarnya.
AYO BACA : Anggota DPRD: Pegawai Honorer Berendam di Got untuk Rayakan Perpanjangan Kontrak
"Surat edaran Sekda kan jelas, sudah beredar lama bahwa enggak harus ini, enggak harus itu. Jadi rencananya kami akan panggil Lurah untuk klarifikasi, kalau enggak Senin atau Selasa," ujar Mujiono, Minggu (15/12/2019).
Menurut Anggota Fraksi Demokrat itu, ada kabar lain menyebut aksi "nyemplung" got dilakukan para pegawai honorer sekadar untuk menunjukkan dedikasi dan kesetiaan mereka pada tugas, bukan bagian dari proses perekrutan.
Sementara itu, anggota lain di Komisi A DPRD, Purwanto, menilai pasti ada alasan logis mengapa para tenaga honorer PPSU itu diminta masuk ke dalam got. Jika itu dilakukan sebagai orientasi lapangan untuk memperkenalkan dunia pekerjaan, maka sah untuk dilakukan. Apalagi, bidang pekerjaan PPSU menuntut mereka bisa diterjunkan ke semua medan pekerjaan.
"Pasti ada alasan logisnya mengapa dilakukan orientasi seperti itu. Bisa jadi sebagai upaya peningkatan kinerja lapangan, bukan sebagai tindakan hukuman fisik," katanya.
Namun Purwanto menegaskan cara seperti itu tak layak dilakukan bila sebagai syarat memperpanjang kontrak honorer.

Share this article
Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiono mengatakan, Dewan akan memanggil pihak terkait, termasuk Lurah Jelambar, untuk melihat duduk perkara sebenarnya.