JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta membenarkan apa yang disampaikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno terkait meningkatnya jumlah pengangguran di ibu kota.
"Ya, memang kalau data Badan Pusat Statistik (BPS), kalau dilihat dari angka memang ada kenaikan tingkat penganggurannya kurang lebih 50.060 orang. Ini dilihat dari angkatan kerja karena memang angkatan kerjanya naik," ungkap Kepala Disnaker DKI Jakarta, Andri Yansyah saat dihubungi, Kamis (5/12/2019).
Andri merinci, pada bulan Agustus tahun 2018 jumlah pengangguran sebesar 5.041.620 orang, sementara tahun 2019 di bulan yang sama sebanyak 5.157.880 orang. Sementara, secara persentase mengalami penurunan dari 6,24 persen, menjadi 6,22 persen.
"Kenapa diangka itu kita tinggi, karena memang periode Juni, Juli, Agustus itu kan periode yang lulusannya SMK dan SMA, sehingga di situ ada peningkatan jumlah pengangguran," ujarnya.
Kenaikan jumlah pengangguran, kata Andri, menjadi hal yang biasa, di mana jika sudah melewati masa periode Juni, Juli, dan Agustus atau semester berikutnya dipastikan jumlah penganggurannya akan kembali menurun.
"Memang seperti biasa nanti pada saat untuk semester berikutnya Insya Allah akan ada penurunan, karena ini kan kita menghitungnya per Agustus kan, kita belum hitung September, Oktober, November, Desember. Iya siklus biasa, tapi ada saat perhitungan di Februari," kata dia.
Sebelumnya, Sandiaga Uno menyebut pengangguran di Jakarta mengalami peningkatan sebanyak 50 ribu orang sejak Juni hingga November 2019, Sandiaga menyebut pengangguran didominasi lulusan SMK yang kesulitan memperoleh pekerjaan.
"Enam bulan belakangan ini, angka pengangguran meningkat 50 ribu jiwa di Jakarta," kata Sandiaga Uno saat memberikan pelatihan keterampilan kerja kepada siswa di SMKN 51 Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/12/2019).
Sandiaga bahkan mengatakan, dirinya menyayangkan banyak anak-anak lulus SMK yang tidak tersalurkan keterampilannya.
"Banyak keluhan bahwa anak-anak setelah lulus SMK ini banyak yang nganggur karena tidak tersambungnya skill yang dimiliki. Skill dan industri yang memberikan lapangan pekerjaan, seharusnya ada link and match di antara keduanya," katanya.
.jpg)
Share this article
Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta membenarkan apa yang disampaikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno terkait meningkatnya jumlah pengangguran di ibu kota. "Ya, memang kalau data Badan Pusat Statistik (BPS), kalau dilihat dari angka memang ada kenaikan tingkat penganggurannya kurang lebih 50.060 orang. Ini dilihat dari angkatan kerja karena memang angkatan kerjanya naik," ungkap Kepala Disnaker DKI Jakarta, Andri Yansyah saat dihubungi, Kamis (5/12/2019).