JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) mulai mengantisipasi kenaikan harga beras jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mendatang.
Direktur Utama Food Station, Arief Prasetyo Adi mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyuplai beras di Jakarta.
"Jakarta sudah kita amankan. Ada tambahan dari Bulog 100-110 ribu ton kemudian dari Sulawesi 40 ribu ton. Stok di Pasar Cipinang dijaga di atas 30 ribu ton. Per hari ini di (gudang beras) Cipinang 52 ribu ton," katanya, Rabu (13/11/2019).
AYO BACA : PD Dharma Jaya Siapkan Pasokan Daging Komersial di Kepulauan Seribu
Dikatakan Arief, pihaknya juga melakukan manajemen pergudangan berdasarkan alokasi kebutuhan tiap waktu.
"Kita punya stok sampai 10 bulan barangnya. Penjagaan juga dilakukan agar jangan sampai busuk dan lain-lain. Dijaga juga jadwal datangnya, misal sebulan berapa kali dan berapa banyak," ujar Arief.
Berdasarkan catatan yang dihimpun PT FSTJ, kebutuhan beras DKI Jakarta dalam sebulan mencapai 90.000 ton. Arief optimistis kebutuhan beras DKI Jakarta bisa terpenuhi hingga akhir tahun nanti
"Optimististis dengan stok itu, maka harga beras di pasaran dapat ditekan," pungkasnya.

Share this article
PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) mulai mengantisipasi kenaikan harga beras jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mendatang. Direktur Utama Food Station, Arief Prasetyo Adi mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyuplai beras di Jakarta.