JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Puluhan mahasiswa bersama jurnalis menggelar aksi penggalangan dana untuk masyarakat korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kegiatan Hari Bebas Berkendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (22/9).
Seperti diketahui, karhutla yang terjadi di beberapa titik daerah di antaranya Palangkaraya dan Jambi telah menyebabkan lebih dari 27.000 orang menderita ISPA. Sementara, jumlah dampak karhutla di Provinsi Riau sejak awal September hingga Jumat (20/9) sudah mencapai 24.589 kasus.
Aksi yang digawangi sekitar 20-30 anggota wartawan baik media elektronik, daring, cetak, maupun foto bersama mahasiswa asal Kalimantan yang tergabung dalam Mata Rantai Jurnalis ini sebagai bentuk keprihatinan.
Pantauan Ayojakarta di lokasi, aksi diwarnai gelar spanduk bertuliskan 'Tangkap dan Penjarakan Pelakunya' juga ada live music akustik. Warga yang melintas ikut nimbrung dan menyumbangkan sebuah lagu.
Seorang pendemo mahasiswa tampil orasi dengan sekujur tubuhnya dihitamkan dengan arang layaknya korban karhutla.
Ketua Mata Rantai Jurnalis, Riman Wahyudi menjelaskan, aksi ini dinamai Aksi Sejuta Masker Jurnalis Peduli Asap, sesuai tujuan penggalangan dana yang nantinya digunakan membeli masker N9.
"Aksi pengumpulan dana apa yang kita lakukan, ya kita mungkin dengan ini ya kita melakukan aksi ngamen untuk aksi sejuta masker ini, yang kita lakukan untuk beberapa wilayah nanti yang akan kita kirimkan masker," ucapnya.
Ia berharap bisa mengumpulkan dana sebnyak mungkin dari pengunjung CFD mengingat harga masker kualitas bagus cukup mahal.
"Memang dana kalau kita namakan aksi sejuta masker untuk masker yang berkualitas tinggi cukup mahal kita membeli satu atau lima masker aja di apotek 19 ribu. Kita berharap bisa mengumpulkan sebanyak mungkin agar bisa mengirimkan masker-masker ke lokasi-lokasi yang memang membutuhkan," tutur wartawan dari El Shinta tersebut.
Selain masker, hasil penggalangan dana juga dibeli obat-obatan untuk korban terdampak karhutla, khususnya anak-anak.
Menurut dia, aksi Sejuta Masker Jurnalis Peduli Asap Riman digelar spontan dan bukan pertama kalinya. Dulu tahun 2015 juga pernah digelar aksi serupa. Namun ia melihat karhutla kali ini sangat parah.
"Kita jurnalis ini kan bersentuhan langsung dengan masyarakat apa yang mereka rasakan. Ketika teman-teman jurnalis di Riau Kalimantan ini menyampaikan ini loh kondisi kami di sini, kami lah yang ada di Jakarta membantu masyarakat yang ada Jambi yang ada di Palembang, Riau maupun di Kalimantan melakukan aksi mengumpulkan dana," tandasnya.

Share this article
Selain masker, hasil penggalangan dana juga dibeli obat-obatan untuk korban terdampak karhutla, khususnya anak-anak.